Selundupkan Sabu-sabu 1,02 Kilogram dari Malaysia, Wanita Penjual Ikan Asin Ditangkap

- Selasa, 20 Juli 2021 | 16:57 WIB
Ilustrasi sabu-sabu /ABRIAWAN ABHE/ANTARA
Ilustrasi sabu-sabu /ABRIAWAN ABHE/ANTARA

SEMARANG, suaramerdeka.com - Aparat Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polda Jateng membongkar penyelundupan sabu sabu seberat Rp 1,02 kilogram dari Malaysia yang hendak dikirim ke Madura, Jawa Timur.

Tak hanya mengamankan barang bukti, dalam penindakan yang dilakukan bersama Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semaramg, petugas juga menangkap pengambil barang terlarang tersebut.

Wiwik Farida Fasha (32), warga Dusun Lebak, Desa Sokabanah, Madura ditangkap di kawasan Pasar Batu Bintang, Kecamatan Batu Marmar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Jumat (9/7) sekitar pukul 18.45.

Baca Juga: Raja Yordania Bertemu dengan Presiden AS, Ini Hasil Pertemuannya

Oleh petugas, wanita penjual ikan asin tersebut dibawa ke Mapolda Jateng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polda Jateng Kombes Lutfi Martadian mengatakan, penyelundupan barang terlarang dari Malaysia tersebut terbongkar setelah pihaknya bersama Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas melakukan pengontrolan pengiriman barang yang masuk pada Kamis (8/7).

"Saat kami melakukan control delivery, kami menemukan paket berisi sabu-sabu seberat 1,02 kilogram dari Malaysia dengan mengunakan ekspedisi JKS tujuan Madura, Jawa Timur," ungkapnya saat gelar perkara di kantornya, Jalan Dr Wahidin, Tanah Putih, Candisari, Semarang.

Saaat ditemukan, lanjut dia, sabu-sabu tersebut disembunyikan di dalam kipas angin gantung yang sudah dimotifikasi.

"Jadi paket itu berisi barang barang perabotan rumah tangga salah satunya kipas angin gantung. Saat kami cek lebih lanjut ternyata di dalam kipas angin yang sudah dimodifikasi itu kami temukan 13 kantong plastik berisi sabu-sabu itu," ujarnya.

Mendapati itu, lanjut dia, pihaknya bersama Bea Cukai langsung melakukan penelusuran nama pengirim, penerima dan pengambil paket tersebut.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X