Masuk Grobogan, Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal Wajib Tunjukkan STRP

- Kamis, 15 Juli 2021 | 15:45 WIB
Petugas di Pos Penyekatan Godong meminta sopir menunjukkan surat tugas karyawan dan bukti surat delivery order (DO), Kamis (15/7). suaramerdeka.com/dok
Petugas di Pos Penyekatan Godong meminta sopir menunjukkan surat tugas karyawan dan bukti surat delivery order (DO), Kamis (15/7). suaramerdeka.com/dok

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Pekerja sektor esensial dan kritikal yang hendak keluar-masuk wilayah Kabupaten Grobogan selama periode PPKM Darurat diwajibkan untuk membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Kebijakan yang dibuat berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 49 Tahun 2021 terkait Perjalanan darat itu akan diberlakukan mulai 16 hingga 22 Juli 2021.

Hal itu sesuai kesepakatan yang dilaksanakan antara Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan dengan Polres Grobogan, Rabu (14/7).

Keputusan yang diambil antara lain para pekerja yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Jawa Tengah diwajibkan menunjukkan STRP.

Baca Juga: Angka Covid-19 di Indonesia Terus Naik, Peringatan Semua Pihak Kuatkan Koordinasi Penanggulangan

Kewajiban STRP ini berlaku bagi seluruh pekerja sektor esensial dan kritikal yang keluar-masuk wilayah Kabupaten Grobogan selama periode PPKM Darurat.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini juga menjelaskan STRP ini juga berlaku bagi ASN, Non-ASN yang bekerja di instansi pemerintah/BUMN/BUMD dengan kriteria kritikal pelayanan publik.

Semua OPD, kantor kecamatan, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta diminta menyiapkan STRP sesuai dengan format terlampir.

Kemudian, penandatangan STRP dimulai dari kepala OPD masing-masing dan dilegalisasi berurutan dari Disnakertrans Grobogan dan Polres Grobogan

Baca Juga: Siswa Buat Video Kreatif saat MPLS, Pendaftar di SMPN 2 Tengaran Membeludak

Pasang Stiker

Legalisasi STRP ini dilayani pada jam kerja mulai pukul 07.30-15.30. Guna mempercepat saat melewati pos penyekatan juga dapat menempelkan stiker di kendaraan, terutama pada roda 4, baik mobil dinas maupun pribadi.

Pantauan di pos penyekatan Godong ratusan kendaraan umum diputarbalikkan karena ada pembatasan mobilitas pengguna jalan di masa PPKM darurat.

Kepala Posko Penyekatan Godong, Iptu Daryanto mengatakan kegiatan operasi ini sesuai edaran SE Bupati Nomor 360/2074/2021 Tentang PPKM darurat.

Baca Juga: RSUD Tugurejo 100 Persen Diperuntukkan Khusus Pasien Covid-19, Ganjar: 3 RS Provinsi Dioptimalkan

Kendaraan yang berkaitan dengan esensial dan kritikal seperti sembako, bbm, pegawai pemerintahan dan konstruksi yang bertujuan Purwodadi, Grobogan kami perbolehkan masuk.

Adapun kendaraan umum jika tidak terlalu genting seperti keperluan ke rumah sakit, orang meninggal dan lain-lain tetap akan diputarbalik.

"Mereka harus bisa menunjukkan surat tugas karyawan kemudian dibuktikan dengan surat delivery order (DO), jadi ada buktinya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X