Pemkot Semarang Padamkan Lampu PJU Selama PPKM Darurat, Pengamat: Tidak Ada Niat Mencelakakan

- Selasa, 13 Juli 2021 | 14:18 WIB
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com/dok) (Nugroho Wahyu Utomo)
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com/dok) (Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di kota Semarang selama PPKM Darurat dari tanggal 12 Juli hingga 20 Juli 2021, telah memicu pro dan kontra.

Masyarakat yang kontra justru mengkhawatirkan, jika lampu PJU dipadamkan akan berpotensi mendatangkan aksi kriminal, aksi pacaran di kegelapan, hingga menimbulkan kecelakaan pengendara yang melintas.

"Saya kurang sepakat jika lampu PJU dipadamkan. Sebab tidak ada kaitannya antara PPKM Darurat dengan pemadaman PJU. Justru nanti akan memunculkan aksi kriminalitas macam maling atau begal," kata Advi, warga Ungaran yang bekerja di kota Semarang kepada suaramerdeka.com, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca Juga: Udinus Siapkan Berbagai Fasilitas untuk Dukung Kelancaran di Sentra Vaksin

Menanggapi pendapat masyarakat itu, Pengamat Kebijakan Publik, Pujo Rahayu Risan mengatakan, bahwa tidak ada niat dari Pemkot Semarang dalam memadamkan lampu PJU itu untuk mencelakakan masyarakat.

Sebab, kata Pudjo Rahayu Risan, pemimpin yang baik akan melindungi yang dipimpin.

"Persoalan Pemkot Semarang memadamkan lampu PJU itu memiliki tujuan yang baik, namun tujuan yang baik belum tentu diterima dengan baik. Ada gap atau hambatan antara konsep kebijakan publik dengan implementasi," kata Pudjo Rahayu Risan, dalam pesan whatsApp yang diterima suaramerdeka.com, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca Juga: 120 Warga Ikuti Vaksinasi Massal di Kejaksaan Negeri Grobogan

Dijelaskannya, gap atau hambatan akan muncul bagi masyarakat yang bekerja disektor esensial, sector vital dan strategis yang tidak boleh berhenti dirasa merugikan karena masih mengunakan jalan yang terang untuk tranportasi, hingga malam hari.

Pada sisi yang lain, Pemkot Semarang mematikan PJU pada masa PPKM Darurat untuk menekan mobilitas masyarakat agar tidak beraktivitas yang tidak bermanfaat.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LPTQ Kota Semarang Gelar Raker di Solo, Ini Hasilnya

Minggu, 4 Desember 2022 | 21:05 WIB

Gus Zen dan KH Aminudin Kembali Pimpin PCNU Demak

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:17 WIB

Rob Rendam 700 Rumah di Tambaklorok Semarang

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:10 WIB
X