Lindungi Tenaga Medis, Baznas Donasikan 1.500 Baju Hazmat

- Senin, 12 Juli 2021 | 17:30 WIB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengecek berita acara bantuan APD, vitamin, cairan disinfektan, dan masker dari Baznas Kabupaten Semarang yang diserahkan ke Pemkab Semarang di Aula Kantor Baznas di Ungaran, Senin (12/7) pagi. (SM/dok)
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengecek berita acara bantuan APD, vitamin, cairan disinfektan, dan masker dari Baznas Kabupaten Semarang yang diserahkan ke Pemkab Semarang di Aula Kantor Baznas di Ungaran, Senin (12/7) pagi. (SM/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pemkab Semarang menerima bantuan sebanyak 1.500 alat pelindung diri (APD) berupa pakaian hazardous materials atau hazmat dari Baznas Kabupaten Semarang.

Pakaian dekontaminasi itu diberikan sebagai pelindung para tenaga kesehatan maupun petugas lain saat menangani pasien Covid-19.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Baznas Munashir kepada Bupati Semarang, Ngesti Nugraha di Aula Kantor Baznas di Ungaran, Senin (12/7) pagi.

Baca Juga: Kabareskrim Usulkan Kemenkes Buat Aturan Penggantian HET Obat Tanpa Ganti Kemasan

“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang,” kata Munashir.

Ia menjelaskan, selain pakaian hazmat juga diberikan 15 ribu masker kesehatan, vitamin, dan cairan disinfektan senilai total Rp 100 juta. Sebelumnya, Baznas Kabupaten Semarang juga telah menyerahkan bantuan Rp 10 juta bagi warga di Kecamatan Suruh yang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, Baznas juga telah menyalurkan dana bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 senilai total Rp 446,287 juta.

Dalam sambutannya, Bupati Ngesti Nugraha menegaskan Pemkab Semarang akan terus bekerja keras menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Dukungan dari semua pihak termasuk Baznas diperlukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Kita harus bekerja bersama dan gotong royong mengatasinya,” tegas dia.

Baca Juga: Negara Bertanggung Jawab Menghapus Kekerasan Seksual

Baju hazmat donasi kali ini, lanjut dia, hendak digunakan untuk melindungi para tenaga kesehatan yang sangat beresiko tertular virus. Selain itu juga akan didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkannya.

Selama lebih kurang 1,5 tahun pandemi Covid-19, setidaknya ada 287 orang tenaga kesehatan di Kabupaten Semarang yang terpapar Covid-19. Hal itu berdampak pada kekurangan sumber daya manusia untuk merawat pasien di rumah sakit.

“Kita sedang berupaya mencari tenaga kesehatan tambahan untuk membantu rumah sakit daerah yang kekurangan tenaga. Dengan begitu, pelayanan kepada pasien terutama yang positif Covid-19 dapat berjalan baik,” terang Ngesti Nugraha.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X