Naikkan Harga Obat Sangat Mahal Langsung Diproses Hukum

- Minggu, 11 Juli 2021 | 19:44 WIB
KONFERENSI PERS: Bupati Grobogan Sri Sumarni menjelaskan kondisi kasus Covid-19 dalam Konferensi Pers di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7). (SM/Humas Pemkab)
KONFERENSI PERS: Bupati Grobogan Sri Sumarni menjelaskan kondisi kasus Covid-19 dalam Konferensi Pers di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7). (SM/Humas Pemkab)

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Grobogan pada Sabtu (10/7) mencapai 503 kasus. Hal tersebut diungkapkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7).

Dijelaskan Sri Sumarni, kasus aktif itu yakni ada 141 orang menjalani isolasi mandiri dan 362 orang dirawat di fasilitas Kesehatan. Sementara, kesembuhan mencapai 4644 orang dan 464 orang meninggal dunia.

"Kasus per 10 Juli 2021, total 5611 kasus dengan kasus aktif 503 orang atau 141 isolasi mandiri, dan 362 di rawat fasilitas kesehatan. Kemudian untuk yang meninggal ada 464 orang. Sedangkan kesembuhan mencapai 4644 orang," jelas dia.

Baca Juga: Putus Rantai Covid, 23 Ruas Jalan di Semarang Ditutup

Sri Sumarni didampingi Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta, Kapolres AKBP Benny Setyowadi, dan Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyaningsih itu mengatakan kondisi riil Covid-19 di Kabupaten Grobogan masih berstatus zona merah.

Sementara untuk BOR atau ketersediaan tempat tidur secara prosentase ada 91,36 persen. Dalam rangka mendukung pelaksanaan SE Bupati, dia mengajak seluruh masyarakat Grobogan untuk patuh dan mendukung proses penegakan hukum dalam masa PPKM Darurat.

Pihaknya juga meminta sejumlah pihak untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan di masa darurat ini.

Termasuk tindakan penimbunan oksigen hingga menjual obat dengan harga eceran tertinggi atau HET. Jika ditemukan hal ini, pihaknya akan menindak tegas dan diproses secara pidana.

Baca Juga: Suporter Skotlandia Akan Dukung Italia dalam Final Euro 2020

“Sudah dibuktikan bahwa telah dilakukan proses hukum terhadap oknum yang menjual harga obat dengan sangat mahal tidak sesuai HET. Ini menjadi perhatian bagi masyarakat khususnya apotik atau toko obat jangan bermain-main dalam masa PPKM Darurat ini," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB

Pelaku Pentas Seni di Grobogan Rindu Mentas

Jumat, 10 September 2021 | 18:22 WIB

Santri Ponpes Fadlul Wahid Divaksin

Selasa, 7 September 2021 | 23:18 WIB

Tradisi 10 Asyura, BKK Pulokulon Santuni Anak Yatim

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:31 WIB
X