Jaringan Santri Nasional Tanggapi Postingan BEM Unnes: Tidak Mencerminkan Budaya Ketimuran

- Kamis, 8 Juli 2021 | 15:52 WIB
Koordinator Jaringan Santri Nasionalis (JSN) M. Fadil Kirom (suaramerdeka.com/dok)
Koordinator Jaringan Santri Nasionalis (JSN) M. Fadil Kirom (suaramerdeka.com/dok)

 

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jaringan Santri Nasionalis (JSN) prihatin dan menyayangkan postingan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes di akun istagramnya beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannya itu, BEM KM Unnes memberikan julukan Presiden Jokowi sebagai “The King of Lip Service”, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin sebagai “The King of Silent”, dan Ketua DPR Puan Maharani sebagai "The Queen of Ghosting".

Koordinator JSN, M Fadil Kirom mengatakan, tindakan tersebut tidak mencerminkan budaya ketimuran dimana sopan santun menjadi landasan utama dalam mengeluarkan pendapat.

Selain itu sebagai mahasiswa yang seharusnya mengedepankan argumentasi akademis, BEM KM Unnes tidak memberikan data serta fakta yang valid dan ilmiah sehingga ini justru menurunkan martabatnya karena seharusnya mahasiswa itu adalah manusia akademis.

Baca Juga: Bentuk Herd Immunity, Pelaku UMKM Mendapatkan Prioritas Vaksinasi

"Jangan sampai terkesan di masyarakat bahwa mahasiswa dijadikan alat politik praktis oleh kelompok tertentu," ujar Fadil pada Kamis 8 Juli 2021.

Selain itu, M Fadil Kirom menyatakan bahwa unggahan tersebut tidak menyajikan argument ilmiah, maka hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kritik alias merupakan emosi sepihak.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X