Gusur Rumah Saat PPKM Darurat, Satpol PP Kota Semarang Diminta Humanis

- Rabu, 7 Juli 2021 | 17:08 WIB
Satpol PP menggunakan alat berat untuk merobohkan bangunan di masa PPKM Darurat ini. (SM/Dok)
Satpol PP menggunakan alat berat untuk merobohkan bangunan di masa PPKM Darurat ini. (SM/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali disorot, setelah melakukan kegiatan pembongkaran 20 rumah di Kampung Karangsari, Jalan Kamajaya Raya, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (7/7).

Di mana giat tersebut menimbulkan penolakan dari masyarakat. Pada akhirnya menimbulkan kerumunan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini.

Tak sekedar kerumunan, kericuhan juga terjadi antara warga yang menolak dengan petugas Satpol PP. Petugas bahkan menggunakan dua anjing untuk menakuti warga. Selain itu menggunakan dua alat berat untuk pembongkaran bangunan-bangunan di tiga titik.

Baca Juga: Vaksin Anak Belum Ada Wacana, Dinkes Jateng: Proritaskan Senior Risiko Tinggi

“Satpol PP diharapkan menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan, sebagaimana termuat dalam aturan PPKM Darurat. Sebagaimana Instruksi Mendagri 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Jawa dan Bali untuk dijadikan pedoman bagi daerah termasuk kota Semarang,” jelas Kepala Ombudsman Provinsi Jawa Tengah, Siti Farida, Rabu (7/7).

Ombudsman Jawa Tengah juga mengingatkan tindakan aparatur negara dalam menjalankan tugasnya juga harus arif dan bijak. Farida mencontohkan, tindakan Satpol PP Kota Semarang yang dinilai masyarakat berlebihan dalam menenertibkan pedagang saat PPKM Darurat di Kecamatan Mijen, Semarang, Senin (5/7).

“Situasi saat ini sangat riskan apabila penyelenggara berlaku arogan terhadap masyarakat rentan. Diperlukan tindakan bijak dan arif dari penyelenggara dan pelaksana dalam bertindak. Demikian juga dengan warga atau pedagang kaki lima untuk berpartisipasi mematuhi imbauan dan peringatan yang disampaikan oleh penyelenggara dan pelaksana dari Pemkot Semarang,” urai Farida.

Pihaknya mengimbau, Satpol PP Kota Semarang agar dalam melakukan penertiban PPKM Darurat ini lebih mengedepakan tindakan yang persuasif. Jangan sampai tindakan pelaksana dari Pemkot Semarang menimbulkan kerugian yang dialami masyarakat.

PPKM Darurat ini ikhtiar bersama semua kalangan untuk saling mengendalikan diri, saling mengingatkan, serta menguatkan solidaritas menghadapi situasi pandemi. Memang tidak mudah, tapi harus terus diupayakan cara-cara yang humanis dan menjunjung tinggi harkat dan martabat sesame manusia,” terangnya.

Baca Juga: Aturan WFH dan WFO di Sektor Esensial dan Kritikal Diperjelas, Ini Usulan Revisinya

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

RSUD Kota Salatiga Zero Pasien Covid-19

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:12 WIB

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB
X