Relawan Pemulasaran Covid-19 Hadir di 16 Kecamatan, Edukasi Warga Tangani Jenazah Tanpa Rasa Takut

- Senin, 5 Juli 2021 | 18:39 WIB
TINJAU : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau sentra vaksinasi di Unissula, Senin (5/7). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
TINJAU : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau sentra vaksinasi di Unissula, Senin (5/7). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menginstruksikan jajarannya untuk membentuk relawan-relawan yang bertugas melakukan pemulasaran jenazah Covid-19.

Ini lantaran, tak sedikit warga yang enggan dan takut untuk memandikan dan memakamkan warga meninggal di rumah akibat Covid-19. Padahal ada kasus kematian warga yang melakukan isolasi mandiri Covid-19 di rumah.

“Saat ini sudah terbentuk relawan yang bisa melakukan pemulasaran untuk memandikan jenazah yang meninggal akibat Covid secara steril dan bergotong-royong dengan masyarakat,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut.

Baca Juga: Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kos Mewah, Ada Obat-Obatan di Kamar

Relawan-relawan tersebut telah terbentuk di 16 Kecamatan di kota Semarang. Tak hanya bertugas untuk memandikan jenazah saja, para relawan tersebut menurut Hendi juga turut membawa dan mengantarkan jenazah hingga pemakaman terdekat.

Di Kecamatan Semarang Barat, misalnya relawan pemulasaran sebelumnya telah dibekali pengetahuan tentang penanganan jenazah Covid-19 yang bekerja sama dengan Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Kariadi.

"Berbekal pengetahuan tersebut, diharapkan proses perlakuan jenazah dipastikan aman dan steril seperti penyemprotan disinfektan. Dikafankan kemudian dibungkus dengan plastik 3 kali dan dimasukkan ke dalam peti kemudian disemprot disinfektan lagi," tutur Hendi saat melakukan tinjauan vaksinasi di Unissula dan Sam Poo Kong, Senin (5/7).

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Perusahaan Farmasi Percepat Pasokan Obat-obatan untuk Warga yang Isoman

Jadi, imbuhnya, masyarakat yang melihat tetangganya melakukan isolasi mandiri akibat Covid kemudian meninggal di rumah, bisa menghubungi camat atau lurahnya untuk disambungkan dengan para relawan. Dengan keberadaan para relawan ini sekaligus memberikan edukasi kepada warga cara penanganan jenazah yang steril dan aman sehingga tidak menimbulkan ketakutan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X