Disegel Satpol PP, Manajer Toko Swalayan Protes

- Senin, 5 Juli 2021 | 17:36 WIB
Para pengunjung di Swalayan ADA Siliwangi diminta untuk keluar karena tempat usaha tersebut hendak disegel dan ditutup, Senin (5/7). Kegiatan penyegelan dan penutupan lokasi tersebut dikarenakan, menyalahi aturan PPKM Darurat Jawa-Bali yang diberlakukan pemerintah pusat. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Para pengunjung di Swalayan ADA Siliwangi diminta untuk keluar karena tempat usaha tersebut hendak disegel dan ditutup, Senin (5/7). Kegiatan penyegelan dan penutupan lokasi tersebut dikarenakan, menyalahi aturan PPKM Darurat Jawa-Bali yang diberlakukan pemerintah pusat. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Protes keras dilontarkan Manajer Toko Swalayan ADA Siliwangi, Handono, saat petugas Satpol PP Kota Semarang hendak menyegel dan menutup tempat tersebut.

Penutupan dilaksanakan karena tempat usaha tersebut dianggap melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, yang ditetapkan pemerintah pusat.

Aturan yang diberlakukan pada 3 - 20 Juli 2021 tersebut, antara lain menyebutkan bahwa sektor usaha non esensial diminta untuk tutup selama kurun waktu itu dan meminta agar 100 persen pegawai yang ada untuk bekerja dari rumah atau Work From Home(WFH). Sementara untuk sektor esensial, WFH hanya berlaku 50 persen.

Baca Juga: Hadits Rukun Mandi Wajib dan Tata Caranya

''Kami sudah menaati dan menempuh cara seperti aturan, dengan menutup jenis dagangan lain sejak diterapkannya PPKM Darurat pada 3 Juli 2021. Dari tiga lantai yang ada, hanya lantai satu saja yang dibuka untuk penjualan barang-barang kebutuhan pokok di supermarket. Kalau masih tidak boleh, sekarang toko yang mana atau seperti apa yang boleh buka,'' ujar Handono, saat dilakukan penyegelan dan penutupan, Senin (5/7).

Dirinya kemudian melanjutkan, jika pembatasan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Swalayan ADA Siliwangi telah dijalankan dengan baik. Adanya penutupan dan penyegelan tersebut, tentu membuat dirinya cukup kecewa.

''Menurut saya, disini sudah menerapkan sesuai aturan yang ada. Jadi, saya kecewa saja kalau ternyata masih harus disegel dan ditutup,'' papar Handono.

Selain lokasi tersebut, anggota Satpol PP yang didampingi petugas dari Forkompincam dan Satgas Covid-19 Kota Semarang, juga melakukan penyegelan dan penutupan sejumlah toko.

Seperti Toko Paris yang menjual bahan kain jahitan dan aksesoris, Garden Textile Shop, dan Toko Ratu Paksi yang juga menjual berupa bahan kain, aksesoris, dan jilbab di Jalan Pemuda.

Baca Juga: Viral Kades Dokoro Asyik Joget Tanpa Masker, Sanksi Hukum Menanti

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB
X