10 Desa Bersinar di Jateng: Narkoba Pil Anjing sampai Pil Buto Ijo Dikonsumsi Anak-anak, Ganjar: Ini Serius!

- Senin, 28 Juni 2021 | 13:41 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo mengikuti peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021/Foto Jatengprov.go.id
Gubernur Ganjar Pranowo mengikuti peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021/Foto Jatengprov.go.id


SEMARANG, suaramerdeka.com - 10 desa dan kelurahan di Jawa Tengah didapuk jadi Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar). Gerakan ini dibentuk untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang haram itu di wilayahnya.

10 desa dan kelurahan itu adalah Kelurahan Sekayu (Kota Semarang), Kelurahan Kraton (Kota Tegal), Desa Gandasuli (Purbalingga), Desa Gombolharjo (Cilacap), Desa Blondo (Kabupaten Magelang), Kelurahan Manding (Temanggung), Desa Kecepak (Batang), Desa Sumberejo (Kendal), Desa Karangtengah (Banyumas), dan Kelurahan Baluwarti (Surakarta).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan desa-desa tersebut diharapkan jadi pionir untuk desa lain dalam penangkalan penyebaran narkoba. Sehingga, hal ini dapat menangkal peredaran narkoba di pelosok desa dan menyelamatkan generasi muda.

Baca Juga: Mahasiswa KKN USM Berikan Pelatihan Kaligrafi dari Pelepah Pisang

“Ternyata di desa itu ada jenis narkoba baru yang saya juga baru dengar, seperti pil anjing, pil buto ijo. Mereka kebanyakan meramu sendiri. Mereka mencoba-coba obat batuk, obat pusing, yang diramu dengan minuman keras, itu sudah masuk ke anak-anak. Ini serius. Maka saya sambut baik, dari BNN dan BNNP gerakan di level desa dengan gerakan Desa Bersinar,” katanya dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021 di kantornya, Senin 28 Juni 2021.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjend Polisi Purwo Cahyoko menambahkan program Desa Bersinar akan direplikasi di wilayah lain. Pada 2021, ia berharap akan ada 50 desa atau kelurahan yang akan menjadi “Bersinar”.

“Harapan kita dengan adanya Desa Bersinar, desa itu bisa membentengi dari jaringan narkoba yang beredar di desa. Target saya untuk selama 2021 bisa tercapai masing-masing kabupaten yang sudah dibina BNK-nya itu tambah empat , jadi lima. Harapannya bisa lima kali lipat, 50 lah,” paparnya.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Sempat Merasakan Gempa Yogyakarta, Marcel: Stay Safe

Purwo memaparkan, dari rentang Januari-Juni 2021, ada dua daerah di Jateng dengan kasus peredaran narkoba tertinggi. Yakni, Jepara dan Semarang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari

Selasa, 21 September 2021 | 06:00 WIB

Keliru Menginjak Pedal, Mobil Terjun Bebas Masuk Kanal

Senin, 20 September 2021 | 15:46 WIB

Semarang Panas, Hendi Galakkan Penghijauan

Minggu, 19 September 2021 | 20:08 WIB
X