Mulai 27 Juni 2021, PT TMJ Berlakukan Penyesuaian Tarif Tol Semarang-Solo

- Rabu, 23 Juni 2021 | 14:35 WIB
TARIF BARU: Daftar tarif baru jalan tol Semarang-Solo yang mengalami penyesuaian tarif, mulai berlaku 27 Juni 2021 pukul 00.00 WIB. (suaramerdeka.com/dok)
TARIF BARU: Daftar tarif baru jalan tol Semarang-Solo yang mengalami penyesuaian tarif, mulai berlaku 27 Juni 2021 pukul 00.00 WIB. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Mulai 27 Juni 2021 pukul 00.00 WIB, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola tol Semarang-Solo akan memberlakukan penyesuaian tarif jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 KM.

Penyesuaian tarif tersebut, mengacu Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor : 752/KPTS/M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Tol Pada Jalan Tol Semarang-Solo tertanggal 9 Juni 2021.

Di samping mengacu Keputusan Menteri PUPR, penyesuaian tarif tol telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Baca Juga: Miliki Desain Berkelas, Ini Spesifikasi Lengkap Yamaha Nmax 2021

Berdasarkan regulasi dan evaluasi, maka penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali mengacu pengaruh laju inflasi.

Direktur Utama PT TMJ Denny Chandra Irawan mengatakan, penyesuaian tarif ini telah memperhitungkan penundaan penyesuaian tarif tol sebelumnya untuk tiga seksi di Jalan Tol Semarang-Solo yang tertunda pada 2019 dan 2020.

Yakni seksi I Banyumanik-Ungaran dan Seksi II Ungaran-Bawen yang seharusnya terjadwal pada Juli 2020. Kemudian penundaan penyesuaian tarif juga berlaku untuk Seksi III Bawen-Salatiga yang seharusnya terjadwal pada September 2019.

Baca Juga: Menparekraf Besut Program Wisata Berbasis Vaksin: Rencanakan Wisatawan Masuk Bali sudah Vaksinasi

“Selain memperhitungkan besaran laju inflasi daerah, penyesuaian tarif tol Semarang-Solo kali ini memperhitungkan penundaan penyesuaian tarif,” kata Denny, Rabu (23/6)

Tidak hanya itu, ia menjelaskan bila penyesuaian tarif jalan tol Semarang-Solo juga menghitung rasionalisasi tarif atau penataan kelompok tarif dari semula 5 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan menjadi 3 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan yang telah diberlakukan sejak 2019 silam.

“Besaran penyesuaian tarifnya sesuai dengan evaluasi rencana usaha dengan mempertahankan parameter teknis dan tingkat pengembalian investasi pada perjanjian pengusahaan jalan tol Semarang-Solo,” jelasnya.

Baca Juga: Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode, Pakar HTN Minta Jokowi dan Prabowo Tahan Diri

Secara umum, penyesuaian tarif dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor dengan memastikan iklim investasi jalan tol berjalan kondusif sesuai dengan rencana bisnis, pemenuhan perjanjian pengusahaan jalan tol sebagai suatu kerjasama pemerintah dengan badan usaha, serta menjamin level of service pengelola jalan tol tetap sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol. Sejalan dengan itu semua, berbagai upaya telah dilakukan PT TMJ di ruas jalan tol Semarang-Solo untuk memenuhi SPM jalan tol.

Di antaranya sudah melaksanakan peningkatan pelayanan yang mencakup layanan transaksi, layanan lalu lintas, dan layanan konstruksi yang dilakukan dalam rangka memberikan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan kepada pengguna jalan tol.

“Kami tetap konsisten melakukan upaya peningkatan layanan di bidang transaksi antara lain peningkatan kapasitas transaksi dengan penambahan gardu operasi di Gerbang Tol (GT) Banyumanik. Penambahan gardu satelit di GT Ungaran, serta penambahan gardu reversible bolak-balik di GT Bawen dan GT Boyolali,” beber Denny.

Baca Juga: RSUD Tugurejo Dirikan Tenda Darurat untuk Pasien Covid-19

Pada bidang layanan lalu lintas, PT TMJ selaku pengelola jalan tol Semarang-Solo telah melakukan upaya penambahan fasilitas jalan tol seperti pemasangan CCTV pintar, penambahan CCTV lajur, pemasangan variable message sign (VMS), pemasangan pembatas di sepanjang jalan tol, pemasangan roller barrier, lampu led elektronik, serta penambahan kendaraan operasional ambulans dan rescue.

“Sedangkan dalam hal pelayanan konstruksi, telah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan fisik jalan tol secara periodik. Rekonstruksi perkerasan guna meningkatkan kualitas jalan, penghijauan di sepanjang jalan tol, pembersihan lajur jalan tol, dan saluran air. Pemeliharaan rambu dan penerangan jalan umum serta pemeliharaan lanskap jalan tol,” paparnya.

Dengan diberlakukannya penyesuaian tarif jalan tol Semarang-Solo per 27 Juni 2021, sebagai simulasi, untuk perjalanan terjauh bagi pengguna jalan dengan kendaraan golongan 1 (perjalanan dari GT Banyumanik menuju GT Surakarta maupun sebaliknya-Red), tarif yang semula Rp 65.000 menjadi Rp 75.000.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Orang jateng yang Telah Divaksin capai 8,7 Juta

Selasa, 14 September 2021 | 21:50 WIB

KNPI Siapkan Program Vaksinasi Covid-19 Seribu Dosis

Minggu, 12 September 2021 | 16:40 WIB

Akses Desa Kemambang dan Desa Wirogomo Terhubung

Minggu, 12 September 2021 | 16:13 WIB

Dinkes: 79.182 Pelajar Bakal Divaksinasi Covid-19

Kamis, 9 September 2021 | 15:57 WIB

Warga Kauman Kidul Kembangkan Agrowisata Sitalang

Rabu, 8 September 2021 | 15:35 WIB
X