LKTS Boyolali: KWT Tidak Bisa Mengakses Bantuan dari Pemerintah

- Rabu, 23 Juni 2021 | 11:34 WIB
Manajer Program LKTS Boyolali, Sugiman menyampaikan paparan hasil kajian terhadap KWT Desa Pucung, Bancak, Kabupaten Semarang ketika menghadiri diskusi di C3 Hotel Ungaran. (suaramerdeka.com/dok) (Ranin Agung)
Manajer Program LKTS Boyolali, Sugiman menyampaikan paparan hasil kajian terhadap KWT Desa Pucung, Bancak, Kabupaten Semarang ketika menghadiri diskusi di C3 Hotel Ungaran. (suaramerdeka.com/dok) (Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) Boyolali, berusaha menjembatani petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pucung, Bancak, Kabupaten Semarang dengan instansi terkait.

Usaha itu dilakukan karena akhir-akhir ini ada keluhan dari petani.

“Kalau KWT ujug-ujug bertemu dengan dinas tentu tidak mungkin, karena mereka tidak ada gambaran,” kata Koordinator Program LKTS Boyolali, Ni’matul Farida di sela menghadiri diskusi di C3 Hotel Ungaran, kemarin.

Baca Juga: UIN Walisongo Kerja Sama dengan Pemkot Semarang, Sediakan Rumah Isolasi Pasien Covid-19

Kajian dan analisa dari LKTS Boyolali, lanjut dia, bakal disampaikan ke instansi terkait.

Selama tiga bulan melakukan kajian di Desa Pucung, pihaknya menemukan kendala bahwa KWT yang ada tidak bisa mengakses bantuan dari pemerintah.

Kalaupun menerima bantuan, semuanya menurut Farida, sudah ditetapkan oleh pihak kecamatan.

Baca Juga: Puluhan Warga Positif Covid-19 Jalani Tes Swab Ulang

“Jadi KWT semata-mata organisasi yang bentuknya ada, cuma belum terorganisir dengan baik,” ujarnya.

Kajian berikutnya, hendak diteruskan setelah ia mendapat informasi bila KWT di Kecamatan Bancak belum terdaftar.

Termasuk belum mengetahui apa itu teknologi hasil pangan.

Padahal sebagaimana diketahui, Kecamatan Bancak khususnya di Desa Pucung, dahulu dikenal sebagai penghasil bunga rosela yang merupakan bahan baku teh.

“Sekarang sudah terhenti produksinya bahkan mangkrak, karena teh rosela peminatnya tidak ada dan pasarnya terbatas,” beber Farida.

Berangkat dari temuan dan kajian itu, dirinya bersama tim dari LKTS Boyolali berencana melakukan pendampingan berkelanjutan agar KWT khususnya di Desa Pucung bisa bangkit lagi dan sejahtera.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kodim Salatiga Bagikan 1.000 Paket Beras ke Kru Angkutan

Jumat, 17 September 2021 | 20:02 WIB

Bupati Kendal Canangkan Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 23:15 WIB

Ronda Bisa Online, Kini Ada CCTV di Tiap Jalan RT

Kamis, 16 September 2021 | 18:25 WIB

Warga Binaan Pemasyarakatan Jalani Tes HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:47 WIB
X