Atasi BOR di Atas 90 Persen, 3 Pihak Ini Sepakat Bantu Sediakan Tempat Karantina

- Selasa, 22 Juni 2021 | 18:53 WIB
KERJA SAMA : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menandatangani Mou terkait penyediaan tempat karantina pasien Covid-19 di UIN Walisongo, Selasa (22/6). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan bersama antara wali kota Semarang, Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq, MAg, Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi, MPd dan Ketua Yayasan Mentari Harapan Bangsa, Timotius Tanutama. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
KERJA SAMA : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menandatangani Mou terkait penyediaan tempat karantina pasien Covid-19 di UIN Walisongo, Selasa (22/6). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan bersama antara wali kota Semarang, Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq, MAg, Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi, MPd dan Ketua Yayasan Mentari Harapan Bangsa, Timotius Tanutama. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan UIN Walisongo, Unimus, dan Yayasan Mentari Harapan Bangsa untuk menyediakan tambahan tempat karantina dan juga sentra vaksinasi.

Ini untuk mengatasi tingginya angka Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit yang angkanya sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, disaat yang genting seperti ini, sebanyak 390 tempat tidur disediakan.

Baca Juga: Ada Geliat Pulih, Pemakaian Listrik Pelanggan Besar Meningkat

Terdiri dari 200 tempat tidur di asrama mahasiswa UIN Walisongo, Ngaliyan. Termasuk aula UIN yang menjadi sentra vaksinasi Kota Semarang bagi warga yang berdomisili di wilayah barat.

Kemudian sebanyak 90 tempat tidur di wilayah Wonolopo, Mijen, tepatnya di Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat Unimus.

Serta Yayasan Mentari Harapan Bangsa yang menyediakan gedung Miracle Healing Center (MHC) di kawasan Marina dengan kapasitas 100 tempat tidur.

''Penambahan tiga lokasi tersebut melengkapi jumlah penambahan tempat tidur yang sebelumnya telah dilakukan oleh RSDC atau Rumah Sakit Darurat Covid sebanyak 106 kamar dengan 12 ICU, serta penambahan 100 tempat di Balai Diklat Ketileng. Total ada tambahan sekitar 600 tempat tidur dalam sepekan ini," imbuh Hendi.

Baca Juga: 30 Persen Warga Kota Semarang Sudah Disuntik Vaksin

Ini disampaikannya, saat melakukan penandatanganan MoU di UIN Walisongo, Selasa (22/6). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan bersama antara wali kota Semarang, Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq, MAg, Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi, MPd dan Ketua Yayasan Mentari Harapan Bangsa, Timotius Tanutama.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ronda Bisa Online, Kini Ada CCTV di Tiap Jalan RT

Kamis, 16 September 2021 | 18:25 WIB

Warga Binaan Pemasyarakatan Jalani Tes HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:47 WIB
X