Abaikan Prokes, Satu Pusat Perbelanjaan dan Tiga Tempat Karaoke Disegel

- Senin, 21 Juni 2021 | 18:58 WIB
Petugas Satpol PP Kota Semarang saat meminta keluar para pengunjung dan pegawai di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Abdulrahman Saleh No.247, Kembangarum (Semarang Barat), Senin (21/6). SM/Dok
Petugas Satpol PP Kota Semarang saat meminta keluar para pengunjung dan pegawai di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Abdulrahman Saleh No.247, Kembangarum (Semarang Barat), Senin (21/6). SM/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Petugas Satpol PP Kota Semarang bersama dengan Forkompincam Semarang Barat dan sejumlah instansi terkait lainnya, melakukan penyegelan salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Abdulrahman Saleh No.247, Kembangarum.

Selain itu, tiga tempat karaoke yang berada di Jalan Argorejo IV, RT 4/4, Kelurahan Kalibanteng Kulon, juga turut disegel.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, penyegelan pusat perbelanjaan tersebut dilakukan karena ada salah satu pegawainya yang terindikasi positif Covid-19 namun masih diperbolehkan masuk kerja.

Baca Juga: Siapkan Armada, Petugas Antar-Jemput Warga Lansia, Percepat Vaksinasi Covid-19

Kondisi tersebut tentunya membahayakan bagi pengunjung dan pegawai lainnya yang berada di pusat perbelanjaan tersebut, karena dikhawatirkan dapat menularkan penyakitnya.

"Kalau terus-menerus dibiarkan, maka bisa saja akan muncul klaster pusat perbelanjaan di tempat tersebut. Untuk itu, kami kemudian melakukan penyegelan dan penutupan, guna mencegah terjadinya penyebarluasan penularan Covid-19," ujar dia, disela-sela kegiatan, Senin 21 Juni 2021.

Selanjutnya, Fajar mengungkapkan, jika selama para pegawai di pusat perbelanjaan tersebut tidak bisa menunjukkan hasil negatif atau tidak reaktif Covid-19, maka penutupan akan tetap diberlakukan.

Baca Juga: Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap ke-17, Kekebalan Komunal Bisa Segera Tercapai

Pihaknya meminta kepada GM pusat perbelanjaan atau pemiliknya, agar melakukan tes swab.

"Kalau hasilnya negatif, maka kami akan izinkan buka kembali. Tindakan tegas ini diperlukan, karena angka Covid-19 di Kota Semarang hampir mencapai 2.000 orang. Itu merupakan jumlah orang-orang yang terdeteksi, belum termasuk mereka yang dinyatakan reaktif namun tidak periksa tes kesehatan. Kami minta semua pihak untuk tertib, karena selama itu terindikasi kerumunan yang berpotensi menyebabkan penyebarluasan penyakit maka akan ditindak dan ditutup," terang dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X