Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Pandemi Mereda, Kesehatan Guru dan Siswa Lebih Utama

- Minggu, 20 Juni 2021 | 20:16 WIB
Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata menggelar Talk Show virtual bertema ''Pembelajaran Tatap Muka, Siapkah Kita?''. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata menggelar Talk Show virtual bertema ''Pembelajaran Tatap Muka, Siapkah Kita?''. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas yang sedianya akan digelar di Juli 2021, akhirnya diundur menjadi Agustus 2021.

Meningkatnya kembali angka Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, menjadi sebuah pertimbangan untuk penerapannya.

Pemerintah daerah, para orangtua, dan guru pun sepakat untuk tidak terlalu buru-buru kembali pada penerapan pembelajaran tatap muka. Kesehatan guru dan peserta didik lebih diutamakan, dibandingkan harus memaksakan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Zona Merah, Satu RT di Desa Kunir Lockdown

''Mari bersama-sama terlebih dulu mengatasi Covid-19 ini. Mulai dari diri kita masing-masing, agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Kurangi aktivitas ke luar kota, kalaupun terpaksa tetap harus ingat Prokes. Lindungi anak, keluarga, saudara, tetangga dan seluruh masyarakat di Kota Semarang dari Covid-19. Terkait pembelajaran tatap muka, masih bisa menunggu ke depan, tidak ada masalah,'' ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, dalam kegiatan Talk Show secara virtual yang digelar Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

Adapun untuk rencana pembelajaran tatap muka, dia menyampaikan, jika Disdik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang telah membuat Satgas bersama penanganan Covid-19. Melalui petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat, para guru dan siswa akan dilacak (tracking) terlebih dulu kesehatannya, sebelum ikut kegiatan pembelajaran.

''Hal tersebut demi keamanan bersama, antara guru dan peserta didik, dalam mencegah penyebarluasan penularan Covid-19. Pelaksanaan kegiatan ini nantinya juga dipantau dan diawasi Forkompincam setempat, dengan datang ke sekolah-sekolah,'' terang Gunawan Saptogiri.

Baca Juga: MotoGP Jerman: Tampil Dominan, Marc Marquez Juara

Rencana kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas pun, ungkap dia, akan dilaksanakan secara Blended Learning. Sebagian peserta didik ada yang akan tetap berangkat ke sekolah untuk belajar secara tatap muka (luring), sementara sebagian lainnya mengikuti kegiatan dengan daring.

Melalui penyediaan peralatan di sekolah seperti webcam dan sebagainya, maka peserta didik yang mengikuti pembelajran di rumah bisa mengikutinya secara langsung (real time).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

PDIP Salatiga Bantu 1.000 Dosis Vaksin

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:34 WIB

Bupati Demak Resmikan Halte Livin' by Mandiri

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:13 WIB

Hendi Minta FKPPI Kawal Persatuan NKRI

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:55 WIB
X