Wali Kota Hendi Ajak Masyarakat Tinggalkan Politik Identitas

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 23:19 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah, Kalialang, Gunungpati KH Said Al-Masyhad memimpin doa tasyakuran. (suaramerdeka.com/dok)
Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah, Kalialang, Gunungpati KH Said Al-Masyhad memimpin doa tasyakuran. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan warganya untuk terus memupuk semangat kebersamaan, guyub rukun dan gotong royong.

Sebaliknya dia mengajak untuk meninggalkan politik identitas.

"Hanya karena haus kekuasaan menggunakan agama sebagai tunggangan.Politik ya politik saja."

"Politik yang baik yang tidak memecah belah, bersainglah secara sehat dengan menunjukkan prestasi. Jangan gunakan politik identitas," tegasnya.

Baca Juga: Pantas Disegani, 9 Weton Ini Diterjang Banjir Kebaikan, Rezeki Hoki Ngalir Deras Sepanjang Agustus 2022

Dia mengatakan hal itu dalam upacara Tasyakuran HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Balai Kota, Jalan Pemuda Semarang, Selasa malam, 16 Agustus 2022.

Tasyakuran didahului shalat berjamaah diimami Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang Dr KH Anasom M.Hum.

Wali Kota dan Ketua Tim Penggerak PKK Tia Hendrar Prihadi memotong tumpeng dan diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Dr dr H Abdul Hakam SpPD dan Kepala RSUD dr Susy Herawati.

"Dua orang ini yang telah berjasa berjibaku pada saat Kota Semarang melawan Covid-19," kata Hendi.

Baca Juga: Buruan Tanam, 7 Tanaman Hias Ini Pembawa Rezeki Berlimpah. Nomer 4 Belum Banyak yang Tahu

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkisah Karut Marut Kopi Indonesia di Kota Semarang

Rabu, 28 September 2022 | 05:20 WIB

Pegiat Kampung Seni di Semarang Terus Bergerak

Selasa, 27 September 2022 | 08:51 WIB

Stan Tahu Walik Kuliner Kauman Selalu Ramai Pengunjung

Minggu, 25 September 2022 | 15:44 WIB
X