Ganjar: Pakai Masker Menutupi Hidung Bukan Janggut

- Kamis, 17 Juni 2021 | 20:00 WIB
Ganjar kunjungi RSUD RA Kartini Jepara, pantau penanganan Covid-19. SM/Dok
Ganjar kunjungi RSUD RA Kartini Jepara, pantau penanganan Covid-19. SM/Dok

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi dua warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Perumahan Siwani RT 002 RW 008 Desa Singodutan Kecamatan Selogiri, Rabu (16/6/2021).

Dua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui swab PCR itu adalah Agus dan Katino. Dari dalam rumah, keduanya mengaku, hanya mengeluhkan demam dan sakit tenggorokan. Mereka tidak mengalami gejala berat seperti diare, batuk, ataupun sesak nafas.

Karenanya, mereka memilih menjalani isolasi mandiri. Selama isolasi di rumah, keduanya mendapatkan bantuan berupa makanan siap saji dan sembako dari tetangga.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Kesiapan Destinasi dan Infrastruktur Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Parekraf

Gubernur Ganjar mengapresiasi peran Jogo Tonggo di lingkungan sekitar yang memberikan bantuan makanan dan sembako, bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurutnya, hal itu mesti terus dijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengingatkan ibu-ibu di sekitar lokasi untuk menggunakan masker saat berbelanja sayur.

“Ibu-ibu ini kalau belanja sayur, kumpul-kumpul itu nyang-nyangan (tawar menawar) sayur, maskernya dipakai terus. Maskernya jangan pernah dicopot, dipakai terus kalau keluar rumah, dipakai yang benar, nutupi irung (hidung) nutupi mulut, ora (tidak) nutupi janggut ” katanya.

Baca Juga: Kunjungi Asrama BPSDMD Jateng, Ganjar Usulkan Relawan Covid-19 dari Mahasiswa Tingkat Akhir

Selain itu, gubernur meminta perangkat desa untuk terus melakukan sosialisasi dan mengaktifkan Jogo Tonggo.

“Pak Camat dan Pak Kades, saya pesan ini supaya terus dikoordinasi dan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Ibu-ibu kalau kumpul-kumpul pakai masker, tetangganya kalau ada yang sakit dibantu. Jogo Tonggo, aja disyiriki (jangan dikucilkan). Tapi kalau komunikasi juga jangan terlalu dekat, prokesnya dijaga supaya tidak terjadi penyebaran (Covid-19),” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X