Jawab Tuntutan Dunia Industri, Dibutuhkan Pembentukan Karakter Akademi Lulusan Kampus

- Kamis, 17 Juni 2021 | 16:05 WIB
Dekan FE Unwahas, Hasan, menyerahkan plakat, kepada pakar manajemen, Ardian Adiatma, sebagai pembicara lokakarya penyusunan kurikulum dan diskusi pemasaran digital di Kampus Sampangan, Kamis 17 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/Hari Santoso)
Dekan FE Unwahas, Hasan, menyerahkan plakat, kepada pakar manajemen, Ardian Adiatma, sebagai pembicara lokakarya penyusunan kurikulum dan diskusi pemasaran digital di Kampus Sampangan, Kamis 17 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembentukan karakter akademi bagi lulusan perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Sebab, karakter dengan didalamnya terdapat kompetensi keilmuan, keahlian penunjang, serta kepribadian itu, akan dipakai menjawab tuntutan kerja maupun dunia industri.

“Jadi prinsipnya membentuk karakter lulusan itu sangat penting. Alasannya, juga karena bagian menjawab tantangan dunia industri akan kebutuhan alumnus yang memiliki kompetensi unggul,” tutur pakar manajemen Dr Ardian Adiatma, Kamis 17 Juni 2021.

Hal itu disampaikan Dr Ardian, saat memberikan paparan dalam lokakarya penyusunan kurikulum dan diskusi grup terarah (FGD) pemasaran digital berbasis program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang diinisiasi Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) di Lantai VI Gedung Rektorat Kampus Sampangan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Tiga Gedung Tambahan untuk Isolasi

Forum itu dibuka Wakil Rektor Unwahas, Dr Andi Purwono, secara daring, dengan dihadiri Dekan FE, Dr Hasan, dosen, sivitas akademika, alumni, dan pengelola progam studi lain di lingkungan Unwahas.

Selain Ardian yang merupakan dosen dari kampus mitra yakni Unissula, diskusi ini mengundang narasumber praktisi, Titi Agustina, konsultan pemasaran digital , Bolmer Suryadi Hutasoit, dan pakar Dr Bima Hermasto.

Ardian menambahkan pengembangan karakter akademi ini yang paling penting juga mengarah pada pemberian keahlian penunjang atau soft skill bagi mahasiswa. Hal ini penting dirumuskan ke dalam kurikulum prodi untuk mendukung sistem perkuliahan mahasiswa.

Baca Juga: SMP Negeri 38 Semarang Deklarasikan Sebagai Sekolah Duta Wisata

“Selain itu pentingnya juga diketahui arah dan peminatan termasuk mahasiswa di jurusan Ekonomi. Apakah tertarik menjadi pebisnis, ingin berkarir di perusahaan, atau lebih suka menjadi peneliti,” kata dia.

Berbagai hal ini juga yang membuat penyiapan kurikulum pendidikan berbasis teknologi digital sangat diperlukan. Terlebih di era program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) terbuka luas kesempatan mahasiswa memperkuat kompetensi keahlian.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BST Cair, Mekanisme Penyaluran Bansos Digodog

Rabu, 21 Juli 2021 | 18:41 WIB
X