Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Tiga Gedung Tambahan untuk Isolasi

- Kamis, 17 Juni 2021 | 15:53 WIB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan informasi perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang kepada awak media, kemarin. (SM/Dok)
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan informasi perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang kepada awak media, kemarin. (SM/Dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebutkan bila Pemkab Semarang sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah dalam rangka menyiapkan gedung tambahan yang akan digunakan sebagai lokasi tempat isolasi mandiri terpusat bagi warga terkomfirmasi positif Covid-19.

Setidaknya ada tiga gedung yang sudah dipersiapkan, yakni Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, di Srondol, Kota Semarang yang mempunyai 146 kamar tidur dengan kapasitas 192 tempat tidur.

“Kita tengah mempersiapkan tenaga kesehatan, sopir kendaraan, tenaga kebersihan, Satpol PP, dan TNI-Polri. Target kita, Jumat (18/6) gedung yang dimaksud sudah bisa digunakan untuk menampung warga yang positif Covid-19,” kata Ngesti Nugraha, Kamis (17/6).

Baca Juga: Kadin DIY Gelar Vaksinasi untuk 50.000 Pelaku UMKM dan Usaha Lainnya

Pemkab Semarang juga sudah mempersiapkan Gedung Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (P2PNFI) Regional II Jawa Tengah, di Ungaran yang mempunyai 50 tempat tidur.

Kemudian sudah berkoordinasi untuk mengakses Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, di Srondol Kota Semarang yang mempunyai 200 tempat tidur.

“Prinsipnya, kami tetap melihat perkembangan kasus Covid-19. Harapan kita, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang semakin menurun,” ujarnya.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Tak Langgar UUD 1945, Airlangga Singgung Permohonan FSPMI di Sidang MK

Seiring dengan rencana strategis untuk antisipasi ledakan kasus positif Covid-19 di Bumi Serasi, Bupati Ngesti Nugraha mengungkapkan belum lama ini ada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah.

Menyikapi hal itu, ia pun merevisi Instruksi Bupati Semarang Nomor 14 Tahun 2021.

Beberapa kebijakan yang diambil, pertama tentang hajatan nikah. Melalui Instruksi Bupati Semarang Nomor 15 Tahun 2021 yang mulai diberlakukan, Rabu (16/6) kemarin, Pemkab bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang mewajibkan akad nikah dilakukan hanya di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Baca Juga: Ini Syarat Mahasiswa UGM Ikut Kuliah Luring Terbatas

Tidak diperkenankan akad di rumah, apalagi ada perayaan resepsi pernikahan. Lalu kegiatan seni budaya terbuka dilarang, kecuali kegiatan virtual dengan batasan maksimal 20 orang.

Seluruh pasar tradisional, tutup jam 15.00. mall, supermarket, toko waralaba dan toko moderen tutup jam 18.00.

Khusus tempat wisata, diberi kelonggaran buka Senin sampai Jumat dari pagi sampai jam 17.00 dengan kapasitas maksimal 30 persen dari total kapasitas.

Sementara khusus Sabtu, Minggu, dan libur nasional wajib tutup.

“Varian baru dari India perlu diwaspadai, jangan sampai kasus penyebaran di Kabupaten Semarang bertambah,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X