Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Tiga Gedung Tambahan untuk Isolasi

- Kamis, 17 Juni 2021 | 15:53 WIB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan informasi perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang kepada awak media, kemarin. (SM/Dok)
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan informasi perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang kepada awak media, kemarin. (SM/Dok)

Beberapa kebijakan yang diambil, pertama tentang hajatan nikah. Melalui Instruksi Bupati Semarang Nomor 15 Tahun 2021 yang mulai diberlakukan, Rabu (16/6) kemarin, Pemkab bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang mewajibkan akad nikah dilakukan hanya di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Baca Juga: Ini Syarat Mahasiswa UGM Ikut Kuliah Luring Terbatas

Tidak diperkenankan akad di rumah, apalagi ada perayaan resepsi pernikahan. Lalu kegiatan seni budaya terbuka dilarang, kecuali kegiatan virtual dengan batasan maksimal 20 orang.

Seluruh pasar tradisional, tutup jam 15.00. mall, supermarket, toko waralaba dan toko moderen tutup jam 18.00.

Khusus tempat wisata, diberi kelonggaran buka Senin sampai Jumat dari pagi sampai jam 17.00 dengan kapasitas maksimal 30 persen dari total kapasitas.

Sementara khusus Sabtu, Minggu, dan libur nasional wajib tutup.

“Varian baru dari India perlu diwaspadai, jangan sampai kasus penyebaran di Kabupaten Semarang bertambah,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X