Jumlah Dokter Bedah Anak Minim Meski Jadi Penekan Angka Kematian Bayi dan Anak

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:19 WIB
 Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc, M.Si Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (tengah) membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan Perbani XXIX didampingi Dr. Edwin Basyar, M.Kes, Sp.B, Sp.BA(K), Ketua Panitia (kanan) dan Ketua Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia (Perbani). (suaramerdeka.com /Cun Ca
Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc, M.Si Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (tengah) membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan Perbani XXIX didampingi Dr. Edwin Basyar, M.Kes, Sp.B, Sp.BA(K), Ketua Panitia (kanan) dan Ketua Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia (Perbani). (suaramerdeka.com /Cun Ca

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peran dokter bedah anak sangat penting dan menjadi indikator kesehatan negara dalam menekan angka kematian bayi dan anak di Indonesia.

Ketua Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia (Perbani) Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.BA(K) mengatakan 10 sampai 15 persen angka kematian bayi dan anak disebabkan kelainan-kelainan bedah anak yang tidak tertolong.

Namun sampai saat ini jumlah dokter anak di Indonesia jauh dari ideal yang ditentukan oleh dunia.

Baca Juga: Penting Disimak! Tanda-Tanda Ini Menunjukkan Kamu Bukan Satu-satunya Pilihan Dia

"Dokter bedah anak minimal 800 sesuai standar dunia dan di kita masih 163," katanya saat Pertemuan ilmiah tahunan Perbani XXIX di Hotel Patra Semarang, Kamis, 30 Juni 2022.

Menurutnya pendidikan dokter spesialis anak hanya ada di Kota Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya tidaklah cukup mencetak dokter bedah anak.

Dr Yusirwan menambahkan rumah sakit tipe A di Indonesia yang berjumlah ada 448 akan tidak cukup dihuni oleh dokter bedah anak, apalagi level kabupaten kota.

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka 1 Juli, Pembelian BBM Subsidi Kendaraan Roda Empat atau Lebih Masih Seperti Biasa

"Karena 3 tempat ini tidak akan mungkin bahkan 30 tahun ke depan bisa memenuhi persyaratan itu. Maknanya bedah anak itu sangat-sangat dibutuhkan dan harus bisa meyakinkan pemerintah pusat bahwa kontribusi bedah anak dalam menurunkan angka kematian bayi dan anak sangat signifikan ," ungkapnya.

Dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan ini juga membahas pelayanan bedah anak agar bisa terselenggara secara komprehensif.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X