Urban Faming, Solusi Atasi Pemenuhan Kebutuhan Pangan

- Senin, 27 Juni 2022 | 23:43 WIB
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) bersama warga melihat pisang cavendish yang berbuah di lahan di depan tower RT 06/ RW 01, Kelurahan Pedurungan Tengah, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) bersama warga melihat pisang cavendish yang berbuah di lahan di depan tower RT 06/ RW 01, Kelurahan Pedurungan Tengah, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bertani di tengah kota kini menjadi salah satu jalan keluar pemenuhan kebutuhan pangan di tengah naiknya harga komoditi tertentu dan ancaman pembatasan impor.

Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, orang kota bisa jadi ''petani''.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) mengatakan,  Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan ada 20 negara yang berencana menghentikan impor pangan ke Indonesia.

Baca Juga: Ada Bakat Jadi Bos, 6 Zodiak Ini Diramal Akan Bekuasa Penuh di Bulan Juli 2022

Selain itu puluhan negara juga berpotensi mengalami krisis pangan dan energi.

Maka pihaknya mengatakan gerakan menanam termasuk dari kelompok tani perkotaan menjadi solusi.

"Ini untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dan kedaulatan pangan, warga bisa memanfaatkan halaman atau dengan kelompoknya memanfaatkan lahan yang ada, tak perlu luas, "papar Mbak Ita,  saat meninjau hasil tanam pisang Canvendish di wilayah RT 06 RW 01 Kelurahan Pedurungan Tengah.

Pihaknya menambahkan, warga Semarang yang tidak memiliki sawah kini didorong untuk bertanam di lingkungan.

Baca Juga: Siap-siap Kaya Dadakan, 6 Zodiak Ini Akan Kejatuhan Rezeki Nomplok, Senin 27 Juni 2022

Salah satunya di Kelurahan Pedurungan Tengah yang diberi puluhan bibit pisang cavendish sembialn bulan lalu.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Holywings Berganti Nama Menjadi Gold Dragon

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:37 WIB
X