Luncurkan Aplikasi 'Waskidan Smart, Banyubiru Jadi Percontohan Desa Digital

- Senin, 27 Juni 2022 | 22:11 WIB
Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro Siswaji bersama perwakilan Handarbeni Foundation dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga meluncurkan aplikasi di playstore berupa ''Waskidan Smart''di Balai Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. (foto: dok Pemdes Banyubiru)
Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro Siswaji bersama perwakilan Handarbeni Foundation dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga meluncurkan aplikasi di playstore berupa ''Waskidan Smart''di Balai Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. (foto: dok Pemdes Banyubiru)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pemerintah Desa Banyubiru di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, kemarin, meluncurkan aplikasi smart village yang bisa diunduh di playstore dengan nama 'Waskidan Smart'.

Launching di balai desa tersebut.

Desa Banyubiru yang baru-baru ini dinobatkan sebagai 10 desa antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menjadi percontohan desa digital.

Baca Juga: Siap-siap Kaya Dadakan, 6 Zodiak Ini Akan Kejatuhan Rezeki Nomplok, Senin 27 Juni 2022

Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji mengatakan, sejumlah desa dari provinsi di Indonesia melakukan studi di Desa Banyubiru.

''Ada dari Bali, Maros, Tapanuli Utara, Bangka Barat, Karawang, Jepara, Purwodadi, dan lainnya berkunjung ke Banyubiru. Kami diakui menjadi desa yang maju dengan pengembangan desa digital. Ini harus ada sinergi dengan masyarakat. Desa Banyubiru masuk 10 besar nasional desa antikorupsi. Jika ini berkembang dan maju tidak mustahil presiden mau berkunjung ke sini,'' papar Kades Banyubiru yang akrab disapa Iing tersebut.

Dalam kegiatan Pembekalan Peserta Bimbingan Teknis Program Desa Antikorupsi KPK dan Launching Aplikasi Smart Village Desa Banyubiru Waskidan Smart' tersebut, Sri Anggoro Siswaji ingin desanya maju.

Baca Juga: Alhamdulillah, Doa dan Harapan 6 Zodiak Ini Bakal Terkabul di Bulan Juli 2022

''Anak-anak di sini masih senang dengan seni tari. Kami ingin angkat seni menjadi kekuatan lokal yang bisa berdampingan dengan teknologi, sehingga budaya kita tidak terkikis. Kami mencoba mengetuk UKSW dan Handarbeni Foundation,'' tutur dia yang kemarin juga me-launching radio komunitas desa Banyubiru Suara Bumi Perdikan.

Dikatakan, transaksi di Desa Banyubiru telah menggunakan sistem nontunai, seperti pengadaan barang dan jasa, penyaluran bantuan langsung, dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pejabat Diimbau Layani Masyarakat dengan Senyum

Kamis, 28 Juli 2022 | 19:07 WIB
X