PLN Tingkatkan Kehandalan Jaringan, Lakukan Program Penggantian Pola Tanam

- Kamis, 17 Juni 2021 | 10:48 WIB
Pemberian bantuan TJSL PLN Salatiga. (suaramerdeka.com / dok)
Pemberian bantuan TJSL PLN Salatiga. (suaramerdeka.com / dok)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Dalam rangka mengoptimalkan kehandalan jaringan transmisi khususnya untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Klaten, PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga melakukan pengamanan tanaman keras yang berada dibawah jalur transmisi.

Pengamanan tersebut dilakukan dengan mengimplementasikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Penggantian Pola Tanam Jahe Merah pada lahan seluas 3.000 m2 tepatnya di Desa Kandangan, Kec. Bawen, Kab. Semarang pada (4/6) lalu.

Program penggantian pola tanam kepada Kelompok Tani Bangun Rejo ini bertujuan untuk mengganti tanaman-tanaman keras seperti pohon durian dan cengkeh menjadi tanaman perdu dengan ketinggian kurang dari 1 meter.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, DPR Menilai Kebijakan Pemerintah Belum Efektif

Jadi, tidak berpotensi menganggu jaringan transmisi yang dapat mengakibatkan pemadaman. Adapun Jahe merah, sebagai komoditi tanaman pengganti, dipilih karena adanya permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi, terutama saat kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Program ini merupakan salah satu cara PLN untuk mewujudkan semangat transformasi. PLN berusaha memberikan Pelayanan Kelas Dunia yang andal, terintegrasi dan terkonsolidasi.

Hal ini sesuai dengan komitmen dalam mewujudkan pilar transformasi PLN Customer Focused, agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan maksimal.

"Tanaman keras yang memasuki ruang bebas berjarak 5 meter dari kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)/ Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang ditanam di bawah jalur transmisi dapat berpotensi menyebabkan gangguan kelistrikan,” kata Sidik Prasetyo, Manager PLN UPT Salatiga.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

“Menggantinya dengan tanaman jahe merah, dapat mengurangi potensi tersebut sehingga listrik dapat tersalurkan dengan aman," ungkapnya.

Sidik pun turut mengapresiasi kesediaan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Bangun Rejo tersebut, karena mengizinkan tanaman kerasnya dipangkas dan diganti menjadi jahe merah.

"Ini merupakan bentuk sinergi yang baik, dan harus kita tingkatkan demi terciptanya pelayanan PLN yang optimal," tambahnya.

Dukungan program tersebut oleh kelompok masyarakat disampaikan  Ketua Kelompok Tani Bangun Rejo, Mulyanto.

"Kami warga Desa Kandangan bersedia untuk bersinergi dengan PLN dalam menjaga ketersediaan listrik, salah satunya dengan melakukan pemotongan/pemangkasan dan perampalan pohon yang ketinggiannya sudah memasuki ruang bebas, kemudian menggantinya dengan tanaman jahe merah" terang Mulyanto.

Adapun program penggantian pola tanam tersebut juga dibarengi dengan kegiatan sosialisasi manfaat dan bahaya listrik sesuai Permen ESDM No. 2 tahun 2019 yang mengatur jarak bebas minimum pada SUTT dan SUTET. Seperti diketahui, bahwa Jarak Bebas Minimum Kabel Listrik SUTT dengan Tanaman/Bangunan dalam kondisi tertentu adalah 5 Meter.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur transmisi, agar dapat bersinergi dengan PLN dalam rangka mengamankan jaringan listrik dari berbagai tegakan dan benda-benda asing, terutama pohon.

Ke depan, PLN akan terus mengupayakan dan mengoptimalkan sinergi tersebut, agar energi listrik dapat disalurkan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangkitkan Ekonomi, Warga Mrican Rintis Kuliner Budaya

Selasa, 21 September 2021 | 23:10 WIB

Program Stimulus, PLN Beri Keringanan Pembayaran Listrik

Minggu, 19 September 2021 | 09:38 WIB

Kodim Salatiga Bagikan 1.000 Paket Beras ke Kru Angkutan

Jumat, 17 September 2021 | 20:02 WIB

Giatkan Lumbung Pangan Bantu Warga Isoman

Minggu, 12 September 2021 | 20:49 WIB

Rutan Salatiga Menuju Zona Integritas WBK

Selasa, 7 September 2021 | 15:31 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil Perlu Dipercepat

Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:24 WIB

Seni Cimpleng Salatiga Maju Lomba Tingkat Provinsi

Minggu, 29 Agustus 2021 | 20:20 WIB

Stunting Perlu Perhatian Khusus

Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:45 WIB
X