Guru Honorer Tercekik Pinjaman Online, 2 Bulan Rp 5 Juta jadi Rp 206 Juta

- Rabu, 16 Juni 2021 | 18:13 WIB
Waspada Pinjaman Online/Foto Youtube
Waspada Pinjaman Online/Foto Youtube

SALATIGA, suaramerdeka.com - Nasib tragis dialami Afifah Muflihati (27), seorang guru honorer asal Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Dia menjadi korban pemerasan dan teror dari pengelola aplikasi pinjaman online, yang awalnya memberikan janji manis kemudahan pencairan utang, dengan bunga ringan. Ternyata pengelola aplikasi menjadi rentenir yang membuat utang korban dari semula Rp 5 juta menjadi Rp 206 juta.

Sofyan Mohammad SH MH, penasihat hukum Afifah mengungkapkan, kejadian berawal pada 20 Maret 2021, saat korban yang membutuhkan uang. Secara tidak dia terduga mendapat aplikasi kemudahan pinjam uang dengan bunga ringan.

Afifah kemudian mendownload aplikasi tersebut dan ditawarkan memilih puluhan lembaga keuangan. Setelah memilih salah satu lembaga keuangan, lalu mengajukan pinjaman Rp 5 juta, dengan masa tenor 91 hari, dan bunga 0,04 persen per hari.

Baca Juga: 11,8 Juta Penduduk Indonesia sudah Tuntaskan Vaksinasi COVID-19

''Klien saya setuju memilih salah satu lembaga, kemudian mengirimkan foto kartu tanda penduduk dan foto diri sedang memegang KTP tersebut,'' kata Sofyan.

Sekitar lima menit kemudian, Afifah Muflihati menerima kiriman ke rekeningnya sebesar Rp 3,7 juta. Awalnya sempat menjadi tanda tanya, pinjam Rp 5 juta, tetapi yang diberikan Rp 3,7 juta. Sempat berpikir sudah dipotong biaya administrasi dan cicilan pertama.

Empat hari kemudian (24 Maret) Afifah dibuat kaget, karena mendapat telepon informasi tagihan dan diingatkan masa tenor tinggal beberapa hari, padahal sesuai perjanjian masa tenor pinjaman 91 hari.

Baca Juga: Syarat Lengkap, 2.414 Klaim BP Jamsostek Kendal Dibayar

Pada hari keenam (26 Maret) Afifah kembali diteror, dia diingatkan utang yang harus dikembalikan Rp 5,5 juta (sudah membengkak) dan masa tenor tinggal tujuh hari. Peneror juga memanfaatkan aplikasi yang diunduh korban saat utang, untuk membuka akses ponsel dan mendapatkan seluruh phonebook, galeri foto, dan lainnya.

Korban Frustasi

Peneror kemudian mengirim broadcast dilengkapi foto korban ke puluhan nomor telepon yang dikenal korban. Isinya menyampaikan informasi buruk (hoax) bahwa Afifah telah berutang, tidak bisa membayar, dan melakukan penipuan.

''Bahkan ada beberapa foto klien kami yang diubah dan didesain bugil dalam broadcast yang dikirim tersebut. Dampaknya banyak rekan klien kami yang termakan info hoaks itu, sehingga membuat klien kami frustasi,'' ujar Sofyan.

Baca Juga: 11,8 Juta Penduduk Indonesia sudah Tuntaskan Vaksinasi COVID-19

Afifah yang kebingungan, mengembalikan Rp 3,7 juta dan dianggap sebagai pembayaran utangnya. Karena kurang, Afifah diminta meminjam uang lewat lembaga keuangan lainnya, dalam aplikasi yang sama.

''Inilah awal klien kami masuk dalam perangkap gali lubang tutup lubang dalam utang piutang. Sekitar dua bulan kemudian atau 25 Mei lalu, Afifah mendatangi saya dan meminta bantuan, karena tagihan sudah membengkak menjadi Rp 206 juta,'' jelas Sofyan.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng.

''Banyak yang kami laporkan mulai dari penipuan pinjaman online, kasus teror via ponsel, menyebarkan berita atau gambar tidak benar tentang klien kami, serta lainnya. Hal itu terkait UU ITE.''

Sofyan berharap agar Polda bisa menangkap pelakunya dan tidak ada lagi orang yang tertipu dengan modus pinjaman online. Pemerintah juga harus bisa mengantisipasi terjadinya kasus penipuan pinjaman online, yang tujuannya menjerat dan mencekik masyarakat. Terlebih saat ini sistem pinjaman online ditawarkan secara masif kepada masyarakat, lewat berbagai aplikasi di ponsel.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kodim Salatiga Bagikan 1.000 Paket Beras ke Kru Angkutan

Jumat, 17 September 2021 | 20:02 WIB

Giatkan Lumbung Pangan Bantu Warga Isoman

Minggu, 12 September 2021 | 20:49 WIB

Rutan Salatiga Menuju Zona Integritas WBK

Selasa, 7 September 2021 | 15:31 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil Perlu Dipercepat

Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:24 WIB

Seni Cimpleng Salatiga Maju Lomba Tingkat Provinsi

Minggu, 29 Agustus 2021 | 20:20 WIB

Stunting Perlu Perhatian Khusus

Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:45 WIB

Monopoli Jateng Gayeng Juara Krenova Salatiga

Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:03 WIB
X