Pemkab Semarang Targetkan Stunting Dibawah 5,8 Persen

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:43 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat bersama forkopimda menandatangani pencegahan dan penanganan stunting di Abimantrana Ballroom The Wujil, Bergas, pekan lalu. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat bersama forkopimda menandatangani pencegahan dan penanganan stunting di Abimantrana Ballroom The Wujil, Bergas, pekan lalu. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat mengajak semua pihak untuk turut berkomitmen membantu penanganan stunting itu.

Saat ini angka prevalensi di wilayahnya mencapai 5,8 persen.

"Penanganan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita menjadi perhatian serius Pemkab Semarang."

"Meskipun angka prevalensi stunting masih dibawah angka nasional yang mencapai 27,7 persen," katanya saat acara rembug stunting pemangku kepentingan Kabupaten Semarang di Abimantrana Ballroom The Wujil, Bergas, pekan lalu.

Baca Juga: Sedang Cari STB TV Digital? Ini Rekomendasi 25 Merek STB Bersertifikat Kominfo, Harga Mulai Rp 100 Ribuan

Syaiful menargetkan, sampai awal tahun 2023 mendatang, angka stunting di kabupaten Semarang bisa terus turun.

Jika sekarang mencapai 5,8 persen, ditargetkan hingga tahun depan, di bawah angka itu.

Ditegaskan Syaiful, penanganan stunting tidak hanya mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita saja.

Ada faktor lain terutama penyiapan sanitasi lingkungan yang baik juga berperan penting.

"Karenanya, semua pemangku kepentingan dari berbagai sektor harus dilibatkan dalam tahapan penanganan," tandasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Senin, 27 Juni 2022 | 17:13 WIB
X