Rob Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Datang Lagi, Pengendara Motor Ini Masuk Got

- Senin, 20 Juni 2022 | 18:03 WIB
Motor terjatuh ke got akibat rob di Semarang (Instagram/@kejadiansmg)
Motor terjatuh ke got akibat rob di Semarang (Instagram/@kejadiansmg)
SUARAMERDEKA.COM - Seorang pengendara motor mengalami nasib kurang beruntung.

Akibat rob yang datang lagi, sebuah motor masuk ke dalam got.

Kejadian ini terjadi pada Senin 20 Juni 2022, di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Hal ini terjadi karena jalan tidak terlihat, sehingga menyulitkan pengendara untuk melihat situasi.
Baca Juga: Keran Rezeki Moncer, 4 Zodiak Ini Terus Kebanjiran Cuan Sampai Akhir Tahun 2022

Kabar ini disampaikan oleh Instagram @kejadiansmg.

"Motor nyemplung lur, lokasi di Pelabuhan Tanjung Mas. Pengendara motor ndak sadar jebul got akhirnya nyemplung," tulisnya.

Dari video yang diunggah, tampak beberapa orang membantu mengangkat motor tersebut.
 
Baca Juga: Libra Tenang Menghanyutkan, Gemini Suka Belajar Hal Baru, Apa Dong Karakter Spesial Zodiakmu?

"Motor sudah di tolongin poro sedulur yang ada di TKP," tambahnya.

Banjir rob yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya.

Yang terparah terjadi pada Senin 23 Mei 2022 lalu.
Baca Juga: Berhenti Merokok Pilih Hidup Sehat, Pria Ini Malah dapat Berkah Motor, Mau Coba?

Dimana sebuah tanggul yang berada di Kawasan Lamicitra jebol.

Kejadian itu mengakibatkan ratusan motor karyawan pabrik yang ada di sekitar tanggul tenggelam.

Hal ini juga sempat melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat dan perusahaan.
Baca Juga: Nasibnya Seterang Matahari, Intip Rahasia 5 Zodiak Pekerja Keras, Pantas Kaya Raya di Tahun 2022

Dampak lain, kemacetan parah terjadi akibat banjir rob tersebut.

Pemerintah dan swasta saling gotong royong untuk melakukan perbaikan tanggul yang jebol secepat mungkin.

Sementara itu, Direktur Amrta Institute for water literacy, Nila Ardhianie, menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya banjir rob di Semarang itu.

"Early warning system yang tidak optimal, kualitas konstruksi dan pemeliharaan tanggul, penurunan tanah, dan hal yang terkait dengan air laut, baik ketinggian air laut, kecepatan gelombang dan lainnya," terangnya kepada redaksi suaramerdeka.
 
 

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X