Hari Transportasi Umum, Pemkot Semarang Perlu Sediakan Air Minum Isi Ulang di Ruang Publik

- Selasa, 15 Juni 2021 | 19:01 WIB
TUKAR BOTOL : Masyarakat menukar botol plastik bekas untuk mendapatkan tiket bus Trans Semarang.(suaramerdeka.com/Diaz Abidin)
TUKAR BOTOL : Masyarakat menukar botol plastik bekas untuk mendapatkan tiket bus Trans Semarang.(suaramerdeka.com/Diaz Abidin)

Prof. Sudharto yang juga anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) ini melanjutkan, Pemkot Semarang harus berkomitmen lebih serius ke depannya, untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan upaya mengurangi pencemaran udara dan pengurangan suhu global dari sumber polusi, salah satunya banyaknya penggunaan kendaraan bermotor.

Dia menilai selama ini pendekatan kebijakan pemerintah masih bersifat reaktif. Di mana menanggulangi fenomenanya dengan membangun jembatan layang, pelebaran jalan, dan pembuatan jalan baru.

Baca Juga: Berantas Klitih, Komunitas Jawil Jondil Sinergi dengan Polisi

"Upaya ini disebut meningkatkan kapasitas kendaraan, upaya mengatasi kemacetan. Namun sebetulnya justru mendorong orang menggunakan kendaraan pribadi, bukan angkutan umum," ulasnya.

Kewajiban menggunakan transportasi publik, lanjut dia, sebaiknya juga tidak bersifat seremonial. Melainkan harus terprogram jangka panjang, dibarengi dengan pembenahan transportasi publik.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Syuriyah PCNU Ajak Ulama Perkuat Dakwah di Medsos

Senin, 27 September 2021 | 21:34 WIB

Tempat Prostitusi Sesama Jenis Digerebek

Senin, 27 September 2021 | 19:08 WIB

Bantuan Warga Terdampak Pandemi Terus mengalir

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB

Pasar Johar Masih Sepi, Pegadang Belum Berjualan

Minggu, 26 September 2021 | 18:20 WIB
X