Hari Transportasi Umum, Pemkot Semarang Perlu Sediakan Air Minum Isi Ulang di Ruang Publik

- Selasa, 15 Juni 2021 | 19:01 WIB
TUKAR BOTOL : Masyarakat menukar botol plastik bekas untuk mendapatkan tiket bus Trans Semarang.(suaramerdeka.com/Diaz Abidin)
TUKAR BOTOL : Masyarakat menukar botol plastik bekas untuk mendapatkan tiket bus Trans Semarang.(suaramerdeka.com/Diaz Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Guru Besar Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Sudharto P. Hadi, menyampaikan bila ide penyediaan fasilitas air minum isi ulang di ruang publik sangat bagus.

Hal itu bisa diterapkan Pemerintah Kota Semarang mengikuti kebijakan Hari Transportasi Umum. Di mana telah diberlakukan tiap hari Selasa mulai 8 Juni - 6 Juli 2021 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Penyediaan fasilitas air minum merupakan ide yang bagus. Karena masyarakat tetap bisa menggunakan tumbler untuk wadah kebutuhan air minum saat di ruang publik,” jelasnya.

Baca Juga: RSUP dr Kariadi Akan Tambah Kapasitas Ruang Isolasi

Dengan membawa tumbler dan kebutuhan air minum di tempat umum tercukupi, maka jumlah penggunaan botol plastik air mineral bisa dikurangi.

Sebab, pada esensinya, masyarakat perlu mengurangi produksi calon sampah botol plastik air mineral dan lain-lain dengan membawa tumbler ke manapun.

Sebelumnya, dalam kebijakan Transportasi Umum, masyarakat bisa menukarkan sejumlah botol plastik minuman bekas dengan tiket Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Sejumlah masyarakat juga antusias menukarkan botol bekasdengan tiket bus.

“Kebijakan tukar botol bekas dengan tiket Trans Semarang sebenarnya ingin menunjukkan bila sampah itu juga membawa berkah,bila dikelola dengan baik, dan jangan dibuang sembarangan. Setidaknya mendorong warga untuk peduli,” terangnya.

Baca Juga: Aplikasi Magesty Wujud Nyawiji Pemkot-Pelaku UMKM

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X