Tinjau Pelabuhan Tanjung Emas, DP2K Semarang: Dinding Penahan Gelombang Laut Tidak Memadai

- Jumat, 3 Juni 2022 | 11:12 WIB
Tim Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang saat meninjau lokasi pagar jebol di Kawasan Lamicitra, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
Tim Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang saat meninjau lokasi pagar jebol di Kawasan Lamicitra, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang meninjau langsung dua titik dinding pembatas yang jebol di kawasan Lamicitra Tanjung Emas Semarang.

Dua titik dinding pembatas ini jebol akibat tak kuat menahan hantaman gelombang air laut yang dibarengi dengan fenomena naiknya permukaan air laut yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua Harian DP2K Semarang, Prof Sudharto P Hadi, Ph.D membenarkan ada tiga faktor penyebab terjadinya banjir rob di kawasan Lamicitra Tanjung Emas Semarang dan sekitarnya.

Ketiga penyebab itu yakni, pertama fenomena perigee (kondisi jarak terdekat Bulan dengan Bumi) yang memicu terjadinya gelombang pasang.

Baca Juga: Keluarga Ridwan Kamil Sudah Ikhlas, Status Pencarian Eril Berubah Jadi Drowned Person

Kedua, fenomena kenaikan permukaan air laut, dan ketiga persoalan land subsidance (penurunan muka tanah).

"Jadi tadi ada dua titik yang jebol, di kawasan PT Fuji Metec Semarang sepanjang delapan meter dan di kawasan Lamicitra sepanjang sekitar 20 meter," kata Prof Sudharto, kemarin.

Prof Sudharto dan tim DP2K Semarang melihat ambrolnya dinding perusahaan yang menjadi perisai tidak mampu menahan gelombang air laut.

Selain itu, penurunan muka tanah menjadi salah satu faktor lain yang memicu dinding penahan dua perusahaan tersebut ambrol.

Baca Juga: Jodoh Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ada 5 Weton yang Diangggap Cocok

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Camat Gajahmungkur Siap Fasilitasi Kegiatan Badko LPQ

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:28 WIB

Lontong Cap Go Meh Simbol Pembauran dan Kerukunan

Senin, 6 Februari 2023 | 18:23 WIB
X