Pegawai Pemkot Diminta Pakai Baju Adat, Dukung Kebangkitan Ekonomi Lokal

- Minggu, 10 April 2022 | 18:37 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyalami pegawai Pemkot Semarang yang menggunakan baju adat di Balai Kota Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyalami pegawai Pemkot Semarang yang menggunakan baju adat di Balai Kota Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuat kebijakan agar pegawai Pemkot Semarang menggunakan baju adat Semarangan.

Pemakaian baju adat Semarangan itu dilakukan sebulan sekali, tepatnya setiap Kamis, pekan pertama.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, kebijakan yang diambil sebagai salah satu langkah meningkatkan pereputaran ekonomi lokal di Kota Semarang.

Pasalnya, Pemkot Semarang yang memiliki ribuan pegawai dapat membeli baju adat produk UMKM yang dikenakan setiap tahunnya.

Baca Juga: Bacaan Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Sholat Tarawih, Lengkap Arab, Latin dan Terjemah Bahasa Indonesia

"Paling tidak kalau dibuat selama sebulan sekali, pasti akan ada korelasi yang signifikan untuk teman-teman UMKM di Kota Semarang. Memang ini kan tidak ada produk branded, ini buatan lokal UMKM," tegasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat Kota Semarang meningkat.

Diperkirakan, dengan jumlah pegawai sekitar 13.000 orang, maka akan ada Rp 5,2 miliar uang dibelanjakan. Dengan begitu ada perputaran ekonomi, sehingga Kota Semarang bisa terus berkembang.

Hendi menyampaikan bahwa baju yang ia kenakan adalah baju yang menyimbolkan Semarang secara sederhana.

Baca Juga: Ramalan Shio 2022: 6 Shio Ini Kelas Kakap, Rezekinya Super dan Selalu Hoki di Tahun 2022

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stan Tahu Walik Kuliner Kauman Selalu Ramai Pengunjung

Minggu, 25 September 2022 | 15:44 WIB

Pemenang Semargres Terima Hadiah Mobil

Jumat, 23 September 2022 | 20:47 WIB
X