Kemenkes Apresiasi Sistem Pendaftaran Online RSUD Tugurejo

- Senin, 27 November 2017 | 23:30 WIB
UJI COBA APLIKASI: Dirut RSUD Tugurejo, dokter Endro Suprayitno, Sp KJ, M Kes (tengah) mencoba aplikasi pendaftaran online pasien di Ruang Rawat Jalan RSUD Tugurejo, Jalan Walisongo Km 8,5 Tambakaji, Ngaliyan, Senin (27/11). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
UJI COBA APLIKASI: Dirut RSUD Tugurejo, dokter Endro Suprayitno, Sp KJ, M Kes (tengah) mencoba aplikasi pendaftaran online pasien di Ruang Rawat Jalan RSUD Tugurejo, Jalan Walisongo Km 8,5 Tambakaji, Ngaliyan, Senin (27/11). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) mengapresiasi sistem pendaftaran online yang baru saja diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo. Hal itu dikatakan delegasi Bidang Progam Informasi Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI, Haidar Istiqlal, saat melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) pelayanan publik di RSUD Tugurejo, Jalan Walisongo Km 8,5 Tambakaji, Ngaliyan, Senin (27/11).

Menurutnya, belum lama ini Kemenkes sudah mewajibkan bagi semua rumah sakit (RS) khususnya RS daerah, meski penerapan di lapangan masih bertahap. "Permasalahan yang selama ini didapati rumah sakit adalah pasien menumpuk saat reservasi. Kami mengapresiasi hadirnya aplikasi ini," katanya.

Haidar menambahkan, setelah aplikasi pendaftaran online terwujud, pihaknya mendorong RSUD Tugurejo mengembangkan inovasi-inovasi lain. Hal ini bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. "Seiring berjalannya waktu persoalan terkait pasien pasti ada, oleh karena itu harus terus berinovasi," imbuhnya.

Direktur Utama RSUD Tugurejo, dokter Endro Suprayitno Sp KJ MKes, yang meresmikan kegiatan tersebut mengatakan, aplikasi pendaftaran pasien online mampu menekan penumpukan antrean pasien.
"Aplikasi ini memudahkan pasien. Mereka tidak perlu antre terlalu lama. Bahkan bisa datang langsung ke loket yang telah disediakan," katanya.

Endro menjelaskan, pasien RSUD Tugurejo 90 persen menggunakan kartu BPJS, 10 persen jalur umum dari total 700 pasien yang datang setiap harinya. Sementara untuk tenaga medis, RSUD Tugurejo memiliki 80 dokter. Dari sekian dokter itu, 60 spesialis dan 20 dokter umum. "Jumlah ini sudah cukup memadai untuk melayani pasien yang ada," imbuhnya.

Teknisi Bidang IT RSUD Tugurejo, Andhi Cahyono mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut sangat sederhana. Pasien cukup mengunduh aplikasi bernama RSUD Tugurejo Booking Online dari playstore. Setelah itu pasien melakukan registrasi pendaftaran sesuai petunjuk yang tersedia. “Nanti pasien akan mendapat kode booking atau Quick Response (QR) code. Lalu ikuti saja petunjuknya," katanya.

Selanjutnya pasien memilih pilihan klinik yang dinginkan, serta daftar dokter yang dituju sesuai jam kerja. Selanjutnya pasien menuju mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) untuk scanning kode booking atau QR code yang telah diterima. "Proses awal sampai cetak di mesin komputer hanya dua menit," jelasnya.

Untuk sementara mesin APM yang di RSUD Tugurejo baru satu unit. Apabila dalam praktiknya semakin meningkat, maka akan dilakukan evaluasi.

Editor: Nugroho

Terkini

Bupati Kendal Canangkan Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 23:15 WIB

Ronda Bisa Online, Kini Ada CCTV di Tiap Jalan RT

Kamis, 16 September 2021 | 18:25 WIB

Warga Binaan Pemasyarakatan Jalani Tes HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:47 WIB
X