Hadirkan Jaringan Nasional Volunteer Lansia Indonesia, Dompet Dhuafa Ingin Lansia Lebih Berdaya

- Rabu, 30 Maret 2022 | 00:08 WIB
hadirkan Jaringan Nasional Volunteer Lansia Indonesia, Dompet Dhuafa ingin lansia diberdayakan. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
hadirkan Jaringan Nasional Volunteer Lansia Indonesia, Dompet Dhuafa ingin lansia diberdayakan. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Usia lanjut usia (lansia) menjadi perhatian bersama untuk dapat diberdayakan di tengah masyarakat.

Dengan dibekali ilmu, mereka dapat memulai usaha yang mudah dan praktis sesuai dengan kategori usia mereka.

Seperti yang dilaksanakan Dompet Dhuafa bersama DD Volunteer dan Pesantren Lansia Raden Rahmat Hadirkan Jaringan Nasional Volunteer Lansia Indonesia, memberikan pelatihan pertanian hydroponic yang dilaksanakan di Kota Semarang, Selasa (29/03/2022).

Baca Juga: Sambut HUT Ke-475 Kota Semarang dan Hari Pancasila, Grab Dukung Pencanangan Kampung Pancasila

Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, kepada pers usai acara MoU Dompet Dhuafa bersama Pesantren Lansia Raden Rahmat mengatakan, jelang ramadan tahun ini akan menjadi kunci dalam meningkatkan peran lansia untuk berkolaboraksi bersama menciptakan pemberdayaan melalui kerelawanan.

Dompet Dhuafa mengajak para lansia untuk bergabung melalui wadah Jaringan Nasional Volunteer Lansia Indonesia.

Menurutnya, acara yang digagas bersama Dompet Dhuafa, DD Volunteer, Dinas Sosial Jawa Tengah serta Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat berusaha tidak hanya memberdayakan lansia sebagai objek penerima manfaat, tetapi juga mendorong mereka untuk tetap berdaya dan bermanfaat bagi orang lain maupun sesama.

Baca Juga: Pasca Putusan Mahkamah Agung RI, Dekopinwil Jawa Tengah Selenggarakan Rakerwil

“Kita meluncurkan jaringan nasional volunteer Lansia Indonesia, menggabungkan seluruh peggiat dengan tema lansia. Sehingga berada dalam satu jaringan bersama agar saling berbagi pengetahuan. Hal ini diwadahi dengan membuka kesempatan bagi para manula untuk menjadi relawan dan turut aktif dalam gerakan kebaikan di sekitar kita,” kata Bambang.

Ia menyebut populasi lansia di Indonesia sangat besar. Apalagi ditambah dengan pra lansia maka nilainya hampir 50 persen populasi milenial. Namun isu lansia lebih sedikit daripada isu milenial.

“Isu lansia kita ekspansi gagasannya, tidak sekedar orang tuanya lemah tidak berdaya. Namun isu lansianya lebih bagaimana menciptakan kebahagiaan dan memberdayakan. Tentu konsepnya tidak sama dengan usia milenial. Sehingga dalam prespektif tersebut kita gandeng pesantren lansia Raden Rahmat yang dikenal sampai luar negeri atau pesantren lansia lain yang dengan satu jaringan bisa saling berbagi informasi dibantu peran pemerintah,” jelas Bambang.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakso Viral Seafood Korea Ada di Kuliner Kauman

Jumat, 25 November 2022 | 20:04 WIB
X