Ideologi Viralitas Media Siber Harus Tetap Merujuk pada Nilai-nilai Jurnalistik

- Senin, 21 Maret 2022 | 16:10 WIB
webinar tentang Tantangan Media Siber di Masa Kini dan Mendatang’’ dalam rangka HUT ke-5 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah di Gedung Pers Jawa Tengah, Senin, 21 Maret 2022. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
webinar tentang Tantangan Media Siber di Masa Kini dan Mendatang’’ dalam rangka HUT ke-5 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah di Gedung Pers Jawa Tengah, Senin, 21 Maret 2022. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Membanjirnya media digital dan produk media yang mudah diakses oleh masyarakat akan menghasilkan dua wajah jurnalisme yaitu wajah malaikat dan iblis.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud saat memberikan materi webinar tentang Tantangan Media Siber di Masa Kini dan Mendatang’’ dalam rangka HUT ke-5 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah di Gedung Pers Jawa Tengah, Senin, 21 Maret 2022.

Dalam webinar tersebut juga menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Undip Rouli Manalu PhD, GM Network Service Assurance Jateng dan DIY PT Telkomsel Eko Prasetyo dan dimoderatori oleh Ketua SMSI Jawa Tengah, Agus Toto Widyatmoko.

Baca Juga: Gitaris Geisha, Robyb Satria Terjerat Kasus Narkoba, Sudah Ketiga Kalinya

Amir mengatakan wajah jurnalis malaikat sesuai dengan alur pasal 3 Undang-Undang Ni 40 Tahun 1999 tentang pers yang didalamnya terdapat muara bahwa bermedia harus memberikan informasi, edukasi, hiburan dan kontrol sosial.

"Wajah iblis ini akan mempengaruhi struktur isi media dengan viralitas yang menjadi ideologi baru di dalam jurnalistik. Dan ini yang kemudian kode etik jurnalistik ditabrak sehingga mengorbankan mutu asal orientasi bisnis yang berlambang pada viralitas," katanya.

Menurut Amir jurnalisme siber sekarang banyak mengambil berita dari media sosial beserta komentarnya seperti persoalan privat, agama, hingga body goals namun tidak dibarengi dengan keseimbangan dalam standar verifikasi jurnalistik.

Baca Juga: Sisi Lain MotoGP Mandalika dari Kacamata Petugas Kebersihan: Yang Jelek ya Penontonnya

Memang ketergantungan terhadap klik bait maupun google adsene tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermedia digital.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X