Kapasitas Rumah Sakit di Kota Semarang Terbatas, Pasien Covid-19 Dirujuk ke BOR yang Masih Tersedia

- Senin, 14 Juni 2021 | 17:47 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (suaramerdeka.com/dok)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengumumkan pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang, Senin (14/6/2021).

Ada beberapa penyesuaian yang ditetapkan. Salah satunya terkait jam operasional usaha masyarakat seperti pusat perbelanjaan, restoran, pertokoan yang tadinya boleh beroperasi sampai pukul 23.00 sekarang disepakati sampai pukul 22.00.

Selain itu, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi juga mengatakan bahwa kapasitas rumah sakit di Kota Semarang semakin terbatas. Karena itu, Hendi ingin melibatkan daerah sekitar. Dia meminta agar daerah di luar Semarang sebaiknya merujuk pasien Covid-19 ke daerah sekitar yang tingkat BOR atau Bed Occupancy Rate-nya di rumah sakit masih tersedia.

Baca Juga: Kasus Covid Bertambah 1.059, Bupati Semarang: Seluruh Lapisan Masyarakat Wajib Jalankan Prokes

''Sebaiknya, daerah lain merujuk pasien Covid-19 ke daerah sekitar yang tingkat BOR atau Bed Occupancy Rate-nya di rumah sakit masih tersedia,'' kata Hendi.

Saat ini, Pemerintah Kota Semarang juga telah mempersiapkan kembali kantor Diklat Kota Semarang yang memiliki kapasitas 100 orang. Kemudian Islamic Center yang mampu menampung 180 orang sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Pemprov Jateng juga sudah mengizinkan penggunaan Kantor Diklat Jateng dan Gedung STIE Bank Jateng untuk dijadikan tempat karantina terpusat.

"Berbagai langkah antisipasi sudah dipikirkan dengan baik, yang penting kami himbau agar warga tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," pungkas Hendi.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNI Pacu Penyaluran Bansos PKH dan Sembako

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:42 WIB

PPKM Level 4 di Kota Semarang, Ini Ketentuannya

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:58 WIB
X