Kasus Covid-19 Tembus 1.000, PKM di Kota Semarang Kembali Diperketat

- Senin, 14 Juni 2021 | 17:36 WIB
RAKOR : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memimpin rakor monev terkait PKM di Polrestabes Semarang, Senin (14/6). (suaramerdeka.com/BBS)
RAKOR : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memimpin rakor monev terkait PKM di Polrestabes Semarang, Senin (14/6). (suaramerdeka.com/BBS)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang diperketat lagi. Pertimbangannya, karena angka Covid-19 di Kota Semarang terus naik.

Tercatat Covid-19 di Kota Semarang telah menembus 1.000 orang pada 8 Juni 2021, tepatnya 1.039 orang. Jumlah tersebut terus meningkat hingga yang terbaru mencapai 1.321 orang, terdiri dari 778 pasien Kota Semarang dan 543 pasien luar Kota Semarang, pada Senin (14/6).

"Saya mohon maklum dan mohon maaf kepada warga masyarakat bahwa PKM harus kita perketat lagi. Tapi, kita harus menyadari bahwa akhir-akhir ini angka Covid-19 di Semarang terus naik, sehingga ada beberapa poin dalam perwal PKM yang harus disesuaikan," ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi, Senin (14/6).

Baca Juga: Ungkap Kondisi Usai Ditangkap, Anji: Terima Kasih Saya Diperlakukan dengan Baik

Ada beberapa penyesuaian yang ditetapkan. Pertama terkait jam operasional usaha masyarakat seperti pusat perbelanjaan, restoran, pertokoan yang tadinya boleh beroperasi sampai pukul 23.00 sekarang disepakati sampai pukul 22.00.

Untuk kegiatan sosial budaya yang sebelumnya diperbolehkan hingga 100 orang, sekarang dibatasi hanya 50 orang. Termasuk semua aktivitas yang terkait seminar, dialog dan juga kegiatan pernikahan.

Kemudian, terkait kegiatan peribadatan dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat ibadah, termasuk pengajian dan kegiatan di Gereja.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X