Generasi Milenial Kembangkan Jamu Tradisional Lewat Media Sosial, Rasa Jamu Bisa Lebih Keren

- Senin, 14 Juni 2021 | 14:36 WIB
Pemilihan Duta Jamu Aman 2021 (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi jatengprov.go.id.)
Pemilihan Duta Jamu Aman 2021 (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi jatengprov.go.id.)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Duta Jamu yang seluruhnya dari generasi milenial, untuk lebih inovatif mengenalkan jamu tradisional. Salah satunya, melalui media sosial.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan, generasi milenial merupakan kalangan yang strategis dalam mengenalkan jamu ke masyarakat, terutama, kepada sesama kalangan muda.

“Milenial harus bisa optimal kenalkan jamu, sehingga bisa dikonsumsi generasi muda. Konotasi sekarang jamu itu pahit bisa diubah, sehingga (jamu) bisa jadi gaya hidup yang keren. Rasa jamu bisa lebih keren,” kata Prasetyo saat membuka kegiatan Pemilihan Duta Jamu Aman 2021 dan Forum Komunikasi Lintas Sektor di Hotel Gumaya, Semarang, Senin 14 Juni 2021, dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Baca Juga: Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta Bertambah Jadi 275 Kasus

Apalagi di era pandemi yang belum selesai ini konsumsi jamu menjadi alternatif herbal masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Prasetyo berharap, generasi milenial bisa menjalankan perannya menjadi Duta Jamu. Mereka nantinya juga dapat menawarkan jamu tidak hanya menjadi obat alternatif, tapi juga menjadi gaya hidup.

Sementara itu, Plt Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM), Irwan mengatakan, jamu merupakan satu di antara warisan budaya.

Baca Juga: Pemerintah Miliki Komitmen Besar Hapus Pekerja Anak

Irwan berharap, pasar jamu juga bisa dilakukan di kafe, seperti yang telah dilakukan dalam pemasaran kopi dalam bentuk kafe atau atau kedai kopi.

Kepala Balai Besar POM Semarang, Sandra MP Linthin menambahkan, peranan generasi milenial dalam mengembangkan jamu amat dibutuhkan. Termasuk, nantinya di kafe kopi, juga bisa menjajakan jamu.

“Jadi ada bartender jamu. Sehingga rasa jamu di kedai jamu juga enak,” kata Sandra.

 

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendi: Pungut Biaya di Luar Ketentuan, Binasakan

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:53 WIB

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB
X