Mengenang Putut Wahyu Widodo, Perupa dan Artistik Suara Merdeka

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 04:35 WIB
Putut Wahyu Widodo. (suaramerdeka.com / dok)
Putut Wahyu Widodo. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG , suaramerdeka.com - Perupa sekaligus Artistik Harian Suara Merdeka, Putut Wahyu Widodo, meninggal dunia di Rumah Sakit Pantiwilasa, Jumat (11/6) siang.

Jenazah dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) Bergota Kota Semarang pada Sabtu (12/6) pukul 10.00.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi menyatakan sangat berduka atas wafat almarhum.

"Mas Putut bukan hanya rekan kerja di ruang redaksi. Kami, bersama teman-teman seniman dan perupa, bergiat dalam berbagai kegiatan seni rupa yang dimotori beliau," kata dia.

Baca Juga: Kerahkan 50 Tenaga Pemadam, Pertamina Berhasil Kendalikan Kebakaran

Salah satu jejak Putut, kata Gunawan, adalah kegiatan seni di Kota Lama. Sejak kawasan Kota Lama masih kawasan tidak tersentuh pada 1990-an, Putut berani menggelar kegiatan perupa di kawasan itu, dengan tujuan menarik perhatian banyak pihak akan mutiara kawasan Kota Lama.

Di ruang redaksi kepiawaiannya dalam seni rupa sangat menentukan dinamika performa perwajahan koran Suara Merdeka.

"Kami kehilangan sahabat. Kami berdoa semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga ditabahkan. Karya-karya beliau tetap akan kami lanjutkan," tutur Gunawan.

Baca Juga: Tumbuh Menggembirakan, Investor Pasar Modal Didominasi Kalangan Muda

Rekan Divisi Artistik Suara Merdeka, Toto Tri Nugroho, membagikan cerita kenangan bersama Putut. Toto mulai dekat dengan Putut sejak sama-sama sekolah di SMA 2 Semarang.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X