Sengketa Ruko Bubaan Jadi Pelajaran Berharga Pemerintah Kota Semarang

- Jumat, 11 Juni 2021 | 18:24 WIB
Pawai ogoh-ogoh sebelum diarak berkumpul di Kawasan Kotalama Semarang. (suaramerdeka.com/Yulianto)
Pawai ogoh-ogoh sebelum diarak berkumpul di Kawasan Kotalama Semarang. (suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Kota Semarang berhasil mempertahankan aset negara yang menjadi gugatan atas sengketa tanah dan bangunan di kompleks Bubakan Baru, Kelurahan Purwodinatan.

Sesuai dengan keputusan Kasasi MA Nomor : 414 K/PDT/2021, aset tersebut akhirnya dimenangkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Tinggi yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Semarang.

Kemenangan yang diperoleh Pemerintah kota Semarang juga tidak lepas dari kerja sama yang terjalin dengan Kejari Kota Semarang dalam pengajuan kasasi di Mahkamah Agung (MA) sejak Agustus 2020. Sebelumnya Pemerintah Kota Semarang dinyatakan kalah dalam dua putusan tingkat negeri dan tinggi.

Baca Juga: Hari Jumat Sore Jangan Lupa Baca Shalawat Fatimiyah

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Semarang, Satrio Imam Poetranto, mengatakan, sengketa ini dapat menjadi pelajaran berharga. Aset negara yang dikerjasamakan harus tercatat dan terawasi dengan baik. Ke depan, menurut rencana aset tersebut akan dimanfaatkan untuk pelayanan publik.

''Selanjutnya, kami mengupayakan sertifikasi atas aset berupa tanah dan bangunan di ruko Bubakan ini. Hal ini kita lakukan sebagai upaya pengamanan aset dari segi hukum," pungkas Imam.

Total nilai asset negara yang berhasil dipertahankan dalam sengketa ini sebesar Rp 94,7 miliar, sesuai dengan penilaian aset terakhir pada tahun 2017.

Baca Juga: Alhamdulillah, Pemerintah Kota Semarang Amankan Aset Negara Senilai 94,7 Miliar Rupiah

Aset bangunan berupa ruko di atas tanah seluas 2.506 meter persegi tersebut tercatat senilai Rp 20,4 miliar, sedangkan nilai tanahnya mencapai Rp 74,3 miliar.

"Alhamdulillah berhasil dipertahankan. Karena ini aset negara, jangan sampai lepas," tutur Imam sapaan akrabnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X