Sang Puan Serap Aspirasi Perempuan di 177 Kelurahan, Apa Saja Permasalahannya?

- Rabu, 26 Januari 2022 | 09:15 WIB
Kegiatan Musyawarah Sang Puan (Sayang Perempuan dan Anak) inisiasi TP PKK Kota Semarang di Kelurahan Kalicari Kota Semarang. (suaramerdeka.com / dok PKK)
Kegiatan Musyawarah Sang Puan (Sayang Perempuan dan Anak) inisiasi TP PKK Kota Semarang di Kelurahan Kalicari Kota Semarang. (suaramerdeka.com / dok PKK)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Musyawarah Sang Puan (Sayang Perempuan dan Anak) terus berjalan di setiap kelurahan yang ada di Kota Semarang.

Diharapkan dengan kegiatan Sang Puan ini memudahkan perempuan bisa menyalurkan berbagai aspirasi.

Inisiasi Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau akrab disapa Tia Hendi ini sebagai wadah agar perempuan memiliki akses lebih luas lagi dalam menyampaikan aspirasinya.

Kasi Peningkatan Kualitas Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Luky Widyastuti Puspitaningrum mengatakan, DP3A memberikan fasilitator di setiap kelurahan dan kecamatan untuk bertugas mengawal rencana kegiatan para kaum perempuan.

Baca Juga: Tren Omicron di Jawa Barat Masih Terkendali, Sebagian Sudah Sembuh

"Setelah di 177 kelurahan nantinya di Februari akan ada musyawarah kecamatan, nanti akan dibawa ke kota. Sebenarnya, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, cuma bentuknya masih rembug perempuan," kata Luky, Rabu 26 Januari 2022.

Selama ini ada sejumlah persoalan yang disampaikan oleh para perempuan antara lain terkait pola asuh anak, pernikahan anak yang masih banyak, dan ketahanan keluarga.

Menurutnya forum anak, karangtaruna, difabel juga perlu dilibatkan agar menyuarakan usulan.

Lurah Kalicari, Catarina Nevy Herawati menambahkan, fasilitator yang dilatih oleh DP3A diharapkan dapat membantu menginventarisasi permasalahan perempuan dan anak.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 26 Januari 2022: Anak Buah Ditangkap, Irvan Kian Terpojok

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X