Hutan Klorofil Jadi Jujugan Tempat Rekreasi

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 14:06 WIB
RAMAI PENGUNJUNG: Sejumlah warga mengunjungi Hutan Klorofil Kendal yang dibangun di Kelurahan Kebondalem. Keberadaan hutan tersebut menjadi alternatif tempat rekreasi di Kendal. (Foto suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
RAMAI PENGUNJUNG: Sejumlah warga mengunjungi Hutan Klorofil Kendal yang dibangun di Kelurahan Kebondalem. Keberadaan hutan tersebut menjadi alternatif tempat rekreasi di Kendal. (Foto suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com - Hutan Klorofil Kendal yang dibangun di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal, sebenarnya masih tertutup dan belum bisa diakses oleh masyarakat. Kalaupun warga hendak bermain ke kawasan tersebut, hanya bisa di bagian depan yang terdapat tempat duduk dan area bermain bagi anak-anak. Namun begitu keberadaan hutan tersebut menjadi jujukan wisata bagi warga Kendal.

Salah seorang warga Kendal, Yoga, mengaku kerap ke Hutan Klorofil Kendal karena di bagian depan tempat tersebut disediakan area bermain bagi anak-anak. Dirinya bersama istri dan dua orang anaknya kerap berkunjung kesana. “Saya sering mengantar anak bermain disini, mereka senang bisa bermain,” tuturnya, Rabu (7/6).

Menurutnya, kawasan tersebut sebenarnya sangat bagus sebagai salah satu tempat rekreasi bagi keluarga, hanya saja sayangnya tempat tersebut belum dibuka secara keseluruhan. Tempat itu saban sore juga dipadati warga yang ingin melepas lelah setelah seharian bekerja. ”Setahu saya tempat ini belum dibuka karena tanamannya belum lama ditanam. Tempat ini cukup baik untuk rekreasi keluarga,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Sugeng warga lain. Menurutnya, keberadaan hutan tersebut bisa menjadi alternatif untuk rekreasi selain Taman Garuda di depan alun-alun Kendal dan Taman Gajah Mada di Kelurahan Karangsari. Dirinya berharap pemerintah bisa menjaga hutan tersebut dengan baik dan masyarakat perlu diajak untuk merawatnya. ”Jika dua hal itu bisa dilakukan, tentu keberadaan hutan tersebut bisa terjaga kelestariannya,” kata dia.

Kasi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup, Wahjuono, mengatakan, Hutan Klorofil Kendal tersebut memang masih dalam masa pemeliharaan selama 180 hari. Pembangunan hutan selesai pada Desember 2016 dan diperkirakan diserahterimakan dari kontraktor kepada pemerintah daerah akhir Juni atau awal Juli. ”Selama proses pemeliharaan bila terjadi kerusakan perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor,” tuturnya.

Ditambahkan, hutan itu fungsinya sebagai paru-paru kota dan resapan sekaligus tempat rekreasi dan penelitian bagi pelajar atau mahasiswa. Meski dikonsep sebagai taman, imbuh dia, bentuk utamanya seperti hutan dengan berbagai pohon seperti trembesi, ketapang, karet, cemara, dan pisang kipas dan tanaman langka. Biaya pembangunan Rp 4,6 miliar berasal dari APBD Kabupaten Kendal 2016. ”Saya berharap warga turut berpartisipasi menjaga kelestarian hutan tersebut,” harap dia.

Editor: Zainal Arifin

Terkini

Pemkab Kendal Siap Memberikan Hibah Pada Dekopinda

Minggu, 19 September 2021 | 19:04 WIB

Ibu Hamil Diharapkan Jangan Takut Vaksin

Jumat, 17 September 2021 | 21:25 WIB

Bupati Kendal Canangkan Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 23:15 WIB

Hutan Klorofil Jadi Jujugan Tempat Rekreasi

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 14:06 WIB

359 Keluarga di Kendal Bisa Nikmati Air Bersih

Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:39 WIB
X