Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

- Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

DEMAK, suaramerdeka.com - Sinar matahari begitu menyengat saat beberapa perempuan beraktivitas di sentra pengolahan ikan asin dan aneka ikan kering di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pertengahan Desember lalu. Di bawah naungan terpal plastik di tepi sungai, Umi Kulsum (45) dan Saurip (48) tengah menekuni ikan juwi dan klapan.

Dengan cekatan, keduanya memilah ikan sesuai jenis dan ukurannya. Ikan klapan dan juwi yang telah dipilah-pilah, dibelah, dibersihkan, kemudian dijemur. Aktivitas itu dijalani keduanya sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Dari pekerjaannya itu, mereka mendapatkan Rp 60.000 hingga Rp 70.000 perhari.

Suami Umi dan Saurip adalah nelayan. Keduanya bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. “Alhamdulillah, bisa untuk tambahan beli kebutuhan,” kata Umi, warga Desa Purworejo. “Apalagi kalau pas tangkapan sepi, hasil dari sini sangat membantu,” sambung Saurip, warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang.

Baca Juga: RM BTS Dirumorkan Kencan dengan Wanita Kaya, Big Hit Music Ambil Tindakan Hukum

Sementara itu, di sebuah rumah di perkampungan nelayan di Desa Morodemak yang berada di seberang sungai, Mujarokah (52) tengah mengemas ikan klapan yang telah kering ke dalam plastik. Ikan klapan itu pesanan tetangganya yang akan dibawa saat berkunjung ke rumah saudaranya sebagai oleh-oleh.

PULANG: Perempuan nelayan Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pulang melaut bersama suami. (suaramerdeka.com/Isnawati)

Mujarokah mengolah ikan itu usai melaut bersama suaminya. Hasil tangkapan yang tidak laku dijual, diolah menjadi ikan asin atau warga setempat menyebutnya gereh. Mujarokah menjual ikan asin yang diproduksinya Rp 70.000 perkilogram. “Hasilnya saya tabung untuk jaga-jaga kalau kami tidak bisa melaut saat ombak besar,” kata Mujarokah.

Sebagian besar penduduk Morodemak dan Purworejo menggantungkan hidup dari sumber daya laut dan pesisir. Mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan data jumlah nelayan menurut Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Demak tahun 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Demak, tercatat ada 9.190 orang nelayan pendega (anak buah kapal) dan 3.739 orang juragan (pemilik kapal).

Baca Juga: Uji Klinik Penting Diterapkan pada Produk Herbal

Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di Kecamatan Bonang sebanyak 5.794 nelayan pandega dan 1.807 juragan. Selebihnya tersebar di Kecamatan Karangtengah, Sayung dan Wedung.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X