Proyek Tak Selesai, Kontraktor Tak Profesional Bisa Blacklist 10 Tahun

- Rabu, 29 Desember 2021 | 19:22 WIB
Pembangunan Puskesmas Bulusan hingga sekarang masih dalam pengerjaan, dengan tahap mencapai sekitar 35 persen hingga 37 persen, Rabu (29/12). Pembangunannya tidak dapat selesai sesuai dengan batas waktu yang ditentukan pada akhir Desember 2021. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Pembangunan Puskesmas Bulusan hingga sekarang masih dalam pengerjaan, dengan tahap mencapai sekitar 35 persen hingga 37 persen, Rabu (29/12). Pembangunannya tidak dapat selesai sesuai dengan batas waktu yang ditentukan pada akhir Desember 2021. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan sidak setelah menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra kerjanya yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Sidak dilaksanakan dengan mendatangi vaksinasi anak di MI Nashrul Fajar di Jalan Tunggu Raya Timur I, dilanjutkan dengan mengunjungi pembangunan gedung UPTD Puskesmas Bulusan, Jalan Timoho Raya yang masih belum selesai hingga batas waktu yang ditentukan.

Keduanya berlokasi di wilayah Kecamatan Tembalang. Tidak hanya itu, masih ada sejumlah pembangunan lain yang juga tidak selesai seperti pembangunan gedung SMPN 10 Semarang dan SMPN 41 Semarang.

Baca Juga: Bintang KPop Dowoon DAY6 Umumkan Ikuti Wajib Militer Januari Tahun Depan

Tidak selesainya pembangunan Puskesmas dan sekolah tersebut disayangkan Komisi D, karena ini membuat masyarakat dirugikan sehingga tertunda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Atas adanya hal tersebut, dewan kemudian meminta agar kontraktor nakal yang berlaku tidak profesional untuk dikenai blacklist hingga setidaknya 10 tahun.

''Kontraktor tidak profesional harusnya di blacklist dalam jangka waktu lama, misalnya 10 tahun. Jadi jangan cuma sebentar yang hanya 3 tahun saja. Supaya, mereka itu tidak main-main dan jangan sampai berpikiran kalau blacklist sebentar maka setelah itu akan dapat mengerjakan proyek lagi.

Namun, kalau blacklist dalam jangka waktu lama, mereka tentunya akan pikir-pikir kalau seandainya ikut lelang dan tidak mampu mengerjakan pembangunan, maka perusahaannya tidak akan bisa bekerja,'' ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati, Rabu (29/12).

Baca Juga: Jadi Artis Asia Pertama, B.I  Eks iKON Akan Tampil di Grammys Global Spin

Menurut anggota dewan dari Fraksi Demokrat itu, kontraktor-kontraktor tersebut mengalami kegagalan penyelesaian pembangunan karena permasalahan arus kas (cashflow) yang tidak lancar.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakso Viral Seafood Korea Ada di Kuliner Kauman

Jumat, 25 November 2022 | 20:04 WIB
X