Diduga Calon Pekerja Migran Ilegal, Imigrasi Semarang Tunda Ratusan Permohonan Paspor

- Rabu, 29 Desember 2021 | 17:43 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Guntur Sahat Hamonangan didampingi jajarannya memberikan keterangan pers kepada media di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Guntur Sahat Hamonangan didampingi jajarannya memberikan keterangan pers kepada media di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang sepanjang 2021 ini menolak sementara atau menunda 102 permohonan paspor dari Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Semarang.

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Guntur Sahat Hamonangan menegaskan, penundaan penerbitan paspor terhadap WNI tersebut lantaran mereka diduga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural alias akan bekerja di luar negeri secara ilegal.

"Dugaan itu kami peroleh hasil dari interogasi atau wawancara petugas kami pada saat WNI tersebut melakukan proses kepengurusan paspor," kata Guntur didampingi jajarannya saat memberikan keterangan pers kepada media di Kantor Imigrasi Semarang, Rabu, 29 Desember 2021.

Baca Juga: Timnas Thailand Dijanjikan Bonus Rp 15 Miliar Jika Juarai Piala AFF 2020, Bagaimana Indonesia?

Ia menyatakan, penundaan penerbitan paspor ini juga didasari pada kurangnya kelengkapan terkait persyaratan administrasi pemohon.

Menurutnya, untuk dapat bekerja resmi di luar negeri, para pemohon paspor wajib melengkapi surat keterangan resmi dari dinas terkait (Dinas Tenaga Kerja).

"Lebih tepatnya kami hanya menunda permohonan paspor. Artinya kalau di kemudian hari pemohon sudah melengkapi berkas sesuai yang ditentukan, maka kami tentu akan menerbitkannya," ujarnya.

Baca Juga: Korupsi di Bank Jateng Rugikan Negara Rp 500 Miliar, Pengamat: Pengasawan Lemah

Para WNI itu diduga akan bekerja secara nonprosedural di sejumlah negara tujuan. Salah satu negara yang menjadi tujuan utama mereka adalah Malaysia, dan beberapa negara tetangga.

Pihaknya menduga, para WNI tersebut tidak mendapatkan informasi utuh. Sehingga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi tidak dijalankan.

Karena itu, Kantor Imigrasi Semarang berencana melakukan sosialiasi secara lebih intens pada tahun mendatang.

Baca Juga: Napi Nekat Jual Narkoba Demi Belikan Barang Senilai Rp 4 Miliar untuk Sang Pacar

"Bisa saja mereka memperoleh informasi yang minim, sehingga tidak mengetahui prosedurnya. Sehingga belum tentu para pemohon paspor ini secara sengaja berniat menjadi pekerja migran ilegal. Untuk mengantisipasi, kami akan memperbanyak sosialisasi," imbuhnya.

Sepanjang tahun ini pula atau hingga 24 Desember 2021, dalam hal pelayanan paspor terhadap WNI, Kantor Imigrasi Semarang telah melakukan penerbitan paspor sebanyak 14.071.

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isu Lingkungan Jadi Bahasan ICE-BEES 2003

Selasa, 30 Mei 2023 | 12:47 WIB
X