Kisruh Sertifikasi PTSL Pudakpayung: BPN Sudah Tahu Permasalahan Antara Warga dan Yayasan

- Rabu, 29 Desember 2021 | 11:24 WIB
Warga berdialog dengan pihak Yayasan Sapta Prastya saat mediasi di Balai Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)
Warga berdialog dengan pihak Yayasan Sapta Prastya saat mediasi di Balai Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sigit Rahmat, mengatakan sudah mengetahui soal permasalahan warga Pudakpayung dengan pihak yayasan Sapta Prasetya Semarang.

"Menurut informasi, yayasan Sapta Prasetya Semarang masih bersengketa. Tanah yang diklaim atau dipatok menurut pengakuan yayasan adalah tanah yang dikuasainya. Tetapi sebagian sudah ada yang menjadi fasilitas umum (fasum) dan ada yang beralih penguasaan ke pihak lain," kata Sigit.

Berdasarkan penuturan dari warga, ada sebagian besar warga Pudakpayung di RW 12 yang rela menitipkan uang pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTP) kepada pihak yayasan.

Menurut Sigit, hal tersebut tidak dibenarkan oleh pihak BPN Kota Semarang.

Baca Juga: Dukung G20, Menteri BUMN Nilai Infrastruktur Telekomunikasi dan Internet Telkom Sudah Maksimal

"Tidak benar, sertifikasi melalui program PTSL apabila BPHTB belum dibayar dapat dihutang. Kemudian bisa dibayarkan ketika sertifikat akan dibalik nama. Jadi walaupun BPHTB terhutang, sertifikat tetap diserahkan kepada pemegang hak," tuturnya.

Hingga saat ini setidaknya sudah 50 ribu lebih sertifikat tanah diterbitkan oleh BPN Kota Semarang melalui kegiatan PTSL.

Namun sebelum sertifikat diproses, BPN akan memastikan subjek hak atau pemilik benar dan menguasai fisik tanahnya.

"Harus tidak ada pihak lain yang berkeberatan atas penerbitan sertifikat tanah tersebut. Atau dengan kata lain sudah clear and clean, baru kami proses," tambahnya.

Baca Juga: LPPM UPGRIS Dorong Dosen Tingkatkan Kualitas Riset, Hadirkan Akademikus Universitas Negeri Malang

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LPTQ Kota Semarang Gelar Raker di Solo, Ini Hasilnya

Minggu, 4 Desember 2022 | 21:05 WIB

Rob Rendam 700 Rumah di Tambaklorok Semarang

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:10 WIB
X