BKKBN Mengingatkan Waktu Ideal untuk Menikah dan Hamil, Usia 21 hingga 35 Tahun

- Rabu, 8 Desember 2021 | 22:42 WIB
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Putut Riyatno memberikan paparan serta edukasi kepada masyarakat Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Putut Riyatno memberikan paparan serta edukasi kepada masyarakat Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

GETASAN, suaramerdeka.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kepala (BKKBN) mengingatkan kembali waktu yang ideal untuk menikah dan hamil pada usia 21 hingga 35 tahun.

''Umur tersebut ideal bagi pasangan usia subur (PUS) yang ingin menikah atau pun hamil, karena semua ahli kedokteran menyarankan umur 21 sampai 35 itu (waktu yang baik) untuk melahirkan secara sehat,'' papar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Putut Riyatno dalam Kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu, 8 Desember 2021.

Pihaknya lebih lanjut menuturkan pada usia tersebut pasangan dapat dikatakan telah siap secara fisik maupun mental.

Baca Juga: Penggerak Kemandirian Ekonomi Perempuan Nelayan

Namun, untuk dapat lebih menjaga kesehatan ibu dan melahirkan bayi yang sehat, semua pasangan harus mengetahui
pentingnya menikah di usia yang tepat dan melahirkan di waktu yang tepat pula.

''Menikah di bawah usia 20 tahun, memiliki berbagai risiko yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan nyawa seorang anak perempuan. Hal itu disebabkan karena secara fisik, tulang panggul dan rahim masih memasuki masa pertumbuhan. Apabila seorang anak perempuan menikah terlalu muda, kata dia, dapat berisiko mengalami pendarahan saat melahirkan, anak dapat lahir catat atau lahir dengan berat badan yang rendah. Begitu pula rentan terkena kanker serviks dan mengalami kematian bila melahirkan di usia yang terlalu muda atau terlalu sering
melahirkan,'' jelasnya.

Putut menambahkan, untuk calon ibu diusahakan memiliki berat badan yang ideal yakni tidak terlalu kurus atau terlalu
gemuk.

Baca Juga: Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Perwakilan Jawa Tengah Rekrut 21.931 Tim Pendamping Keluarga

Pihaknya juga menyarankan agar semua pasangan usia subur menjauhi 4 Terlalu (4T) dalam kehamilan supaya
dapat menghindari risiko-risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu dan bayi.

''Kita ada slogan 4 terlalu. Yakni, jangan hamil terlalu muda, jangan hamil terlalu tua, jangan hamil terlalu banyak dan
jangan hamil terlalu sering,'' katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB
X