Perempuan Pesisir di Demak Melawan Patriarki dengan Pemberdayaan Ekonomi

- Rabu, 8 Desember 2021 | 15:37 WIB


LAGU “Buih Jadi Permadani” mengiringi laju becak motor menerobos genangan rob di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, November lalu. Perjalanan menuju kampung nelayan Dukuh Tambakpolo di Desa Purworejo, tempat tinggal para perempuan nelayan yang berhasil memperjuangkan kesetaraan, tidaklah mudah.

Pagi itu, rob menggenangi sebagian ruas jalan di sepanjang sungai di Desa Purworejo. Rob setinggi 40 centi meter menenggelamkan roda kendaraan yang melintas. Sehingga sebagian warga yang akan pergi ke pasar, ke Dukuh Tambakpolo atau ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Morodemak memilih menitipkan motor mereka dan melanjutkan perjalanan menggunakan becak motor ataupun kendaraan umum.  

Setelah melewati dua titik genangan rob, becak motor melaju di jalan beton dan berhenti di pasar. Sebuah papan penunjuk arah terlihat di tepi sungai di dekat pasar. Untuk menuju Dukuh Tambakpolo, dari pasar harus berganti menggunakan ojek motor karena jalan di Dukuh Tambakpolo hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Baca Juga: Pensaga 2021 Nosafancia: Nonton Gratis via Youtube, Yuk! Catat Tanggal Mainnya

Ojek motor menyusuri jalan sempit berbatu di antara sungai dan rawa-rawa. Semakin mendekati Dukuh Tambakpolo, jalan semakin sempit hanya sekitar 1 meter. Begitu memasuki permukiman warga di Dukuh Tambakpolo, sejumlah perahu tampak memenuhi alur sungai yang membelah dukuh tersebut.

Beberapa nelayan tampak memperbaiki jaring di atas perahu saat Siti Khotijah (66) dan suaminya pulang melaut. Khotijah menyempatkan membantu suaminya memperbaiki jaring sebelum melangkah pulang ke rumah.

Khotijah bersyukur, setelah melewati perjuangan yang panjang, 31 perempuan nelayan berhasil mendapatkan pengakuan dan kesetaraan hak. Sebelumnya, mereka harus melawan stigma dan patriarki.

Baca Juga: Ramalan Lengkap Shio Kelinci di Tahun 2022, dari Jodoh hingga Fengshui

MEMPROMOSIKAN: Masnuah, Pendiri Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari memamerkan produk olahan ikan yang diproduksi anggotanya yang dipasarkan di Toko Pusat Oleh-oleh Kabupaten Demak. (suaramerdeka.com/Isnawati)

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB
X