Inspektorat Jateng Libatkan Siswa SMA dan Mahasiswa Cegah Korupsi

- Selasa, 7 Desember 2021 | 20:29 WIB
Para pemenang berfoto bersama Sekda Jateng Sumarno dan Ptl Inspektur Jateng, Dhoni Widianto.(suaramerdeka.com/dok)
Para pemenang berfoto bersama Sekda Jateng Sumarno dan Ptl Inspektur Jateng, Dhoni Widianto.(suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Inspektorat Jateng mengajak siswa-siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi untuk terlibat aktif dalam pencegahan korupsi. Mereka diharapkan menjadi penggerak anti korupsi di sekolah dan kampus masing-masing.

‘’Kami rutin berkunjung ke sekolah dan kampus, mengajak para siswa dan mahasiswa untuk menjadi triger pencegahan korupsi,’’ kata Plt Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widiyanto di sela peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2021 tingkat provinsi di Kantor Inspektorat Jateng, Selasa (7/12).

Pada peringatan Hakordia kali ini bertemakan ‘’Semangat Muda untuk Jawa Tengah Merdeka dari Korupsi Resik Gawe Tentrem’’. Pada kesempatan tersebut digelar webinar antikorupsi, dan penyerahan hadiah pemenang lomba video pendek, video pantun, dan esai melawan korupsi.

Baca Juga: Paguyuban PKL Minggu Pagi Dikukuhkan, Hendi: PKL Jadi Mitra Pemerintah

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, mengemukan bahwa generasi muda adalah aset bangsa, generasi milenial intelektual, penerus pembangunan bangsa. Korupsi adalah penyakit penerima amanah, tantangan penerima amanah, ketidak amanahan penerima amanah.

‘’Korupsi adalah mengambil yang bukan haknya. Korupsi merupakan interpretasi sifat buruk manusia, serakah, iri dengki. Tentu saja menjadi tantangan penerima amanah untuk tidak korupsi,’’ papar dia di depan peserta yang sebagian besar siswa SMA dan mahasiswa.

Jadi lanjut dia perlu ditanamkan dari hal kecil, untuk terbiasa tidak mengambil yang bukan haknya.

Baca Juga: Peta KRB Semeru Bakal Diperbarui, Pemda Buka Opsi Relokasi

‘’Kalau terbiasa mengambil yang kecil-kecil, yang besar pun terbiasa. Jadi jangan dibiasakan, ini yang disebut menanamkan integritas,’’ ujar Sumarno.

Dia menambahkan bahwa korupsi biasanya dilakukan orang yang berkecukupan, tetapi karena selalu merasa kurang akhirnya harus korupsi untuk menutup kekurangannya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X