Hendi: Pungut Biaya di Luar Ketentuan, Binasakan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:53 WIB
ARAHAN : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan arahan pada Sarasehan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Balai Kota, Selasa (7/12). (suaramerdeka.com/BBS)
ARAHAN : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan arahan pada Sarasehan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Balai Kota, Selasa (7/12). (suaramerdeka.com/BBS)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan jika korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus diberantas oleh seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam upaya memerangi korupsi.

Disampaikannya, suap dalam pemenangan proyek pembangunan, diyakininya akan menurunkan spesifikasi serta kualitas bangunan. Hal tersebut justru akan berbahaya dan berpotensi pada kerugian total di belakang.

''Jika ditemukan, saya minta untuk langsung lapor dan diselesaikan secara cermat, adil, tepat dan binasakan,'' tegas wali kota yang akrab disapa Hendi.

Baca Juga: Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Perwakilan Jawa Tengah Rekrut 21.931 Tim Pendamping Keluarga

Hal tersebut disampaikannya, pada Sarasehan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Balai Kota, Selasa (7/12). Peringatan Hakordia tersebut diikuti para pengusaha lintas organisasi seperti dari Kadin, Gapensi, Apindo serta OPD Pemkot Semarang.

Dalam acara tersebut, Hendi juga meminta jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga masyarakat tanpa ada tambahan biaya atau pemberian gratifikasi.

''Korupsi adalah kejahatan extraordinary yang harus kita berantas bersama. Jika kita ingin negara atau kota kita maju, landasannya adalah pemberantasan korupsi,” ungkap Hendi.

Baca Juga: PPKM Level 3 Batal, Ridwan Kamil: Warga Jangan Anggap Seolah Bebas

Menurut Hendi, bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah sebagai modal untuk maju dan sejahtera. Dirinya mencontohkan pembangunan di Belanda yang mampu menyelesaikan permasalahan rob dan banjirnya dengan menggunakan hasil pajak gula.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X