Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Perwakilan Jawa Tengah Rekrut 21.931 Tim Pendamping Keluarga

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:52 WIB
Peserta Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra mendapatkan hadiah doorprize yang disediakan oleh panitia. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Peserta Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra mendapatkan hadiah doorprize yang disediakan oleh panitia. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

AMBARAWA, suaramerdeka.com - Dalam rangka percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah merekrut Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Jateng sebanyak 27. 931 tim.

Setiap tim terdiri dari 3 orang, mewakili unsur bidan/tenaga medis, Kader atau Institusi Masyarakat Pedesaaan/Perkotaan (IMP), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Hal ini dinyatakan oleh Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Kantor Perwakilan BKKN Jateng, Harlin Is Ambarwati dalam Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra di Aula Balai Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Senin, 6 Desember 2021.

Baca Juga: Kampung Tangguh Candi Bersih Narkoba Kabupaten Semarang Dikukuhkan

Lebih Harlin memaparkan, jumlah tim di setiap desa atau kelurahan akan berbeda-berbeda, tergantung jumlah penduduk di wilayah tersebut menurut hasil pendataan keluarga tahun 2021.

''Misalnya satu desa bisa lebih dari satu tim yang berjumlah 5 hingga 6 orang. Sehingga petugas lini lapangan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana) ada 80 ribu orang kader seluruh Jateng yang ada di TPK. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan banyak bidan/tenaga medis untuk menyukseskan program percepatan penurunan stunting ini. Karena memang harus dikeroyok bersama-sama. Tidak hanya dilingkungan pemerintahan saja, semua kementerian dan lambaga, swasta, PKK,  masyarakat diajak mengawasi stunting ini,'' jelas Harlin.

TPK ini bertugas memberikan edukasi, sosialisasi dan screening pencegahan stunting pada tiga kelompok sasaran, yaitu calon pengantin, ibu hamil, dan anak bawah dua tahun. Ketiga kelompok sasaran ini memang yang paling berisiko tinggi mengalami kasus stunting.

Baca Juga: Pecah Ban, Bus Rombongan Pengantin Terbalik, Tidak Ada Korban Jiwa

''Tim Pendamping Keluarga bertugas mendata dan melakukan pendampingan pada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga resiko tinggi stunting,'' tegasnya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Semarang, Eka Jaya Sakti mengakui  Kabupaten Semarang angka stunting cukup tinggi, karena nutrisi yang diberikan kepada ibu hamil itu kurang mencukupi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB
X